Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Cegah Banjir Jakarta, Gubernur Pramono Perbanyak Intensitas Modifikasi Cuaca

Mohamad Farhan Zhuhri
20/1/2026 12:45
Cegah Banjir Jakarta, Gubernur Pramono Perbanyak Intensitas Modifikasi Cuaca
Ilustrasi .(Antara)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta memastikan bakal terus melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengantisipasi ancaman hujan ekstrem yang diproyeksikan masih membayangi Ibu Kota hingga beberapa bulan ke depan. Sesuai rencana, intensitas OMC akan diperpanjang setidaknya hingga akhir Januari 2026.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan teknis dan koordinasi intensif dengan lembaga terkait.

“Modifikasi cuaca sudah kami lakukan penuh selama satu bulan terakhir dan akan terus dilakukan. Ini berbasis data ilmiah dari BMKG,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (20/1).

Langkah Strategis
Pramono mengungkapkan, efektivitas OMC telah teruji pada saat puncak hujan akhir pekan lalu. Pemprov DKI bahkan harus melakukan intervensi udara secara masif untuk memecah konsentrasi awan.

Ia mengungkapkan, pada saat puncak hujan akhir pekan lalu, Pemprov DKI bahkan melakukan penerbangan modifikasi cuaca hingga tiga kali untuk menggeser awan hujan. Tanpa langkah tersebut, menurutnya curah hujan diperkirakan akan lebih tinggi.

Alokasi Anggaran
Terkait keberlanjutan program ini, Pramono memastikan bahwa dukungan finansial telah tersedia. Ia menegaskan, anggaran operasi modifikasi cuaca telah dimasukkan dalam APBD DKI Jakarta 2026. Menurut dia, kebijakan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah menghadapi perubahan iklim global.

“Saya tidak mau mengeluh soal cuaca ekstrem. Ini given. Tugas pemerintah adalah mengatasinya,” tegasnya.

Selain mengandalkan modifikasi cuaca di langit Jakarta, Pemprov DKI juga tetap fokus pada penguatan infrastruktur di darat. Pemantauan kesiapan infrastruktur pengendali banjir terus dilakukan secara berkala, terutama di wilayah pesisir yang rentan terdampak akumulasi hujan ekstrem dan banjir rob. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya