BMKG melaporkan dinamika atmosfer yang sangat aktif pada periode 18-19 Januari 2026. Kehadiran Siklon Tropis Nokaen di Samudra Pasifik Timur Filipina (Utara Sulawesi) menjadi motor utama perubahan pola angin di wilayah Indonesia bagian utara. Di saat yang sama, wilayah selatan Indonesia "dikepung" oleh dua bibit siklon tropis, yakni 96S dan 97S.
Analisis Redaksi: Mengapa Cuaca Begitu Ekstrem?
Kondisi ini tergolong langka karena Indonesia terjepit di antara tiga sistem tekanan rendah sekaligus. Siklon Nokaen (40 knot) di utara menarik massa udara, sementara Bibit 97S di Australia Utara memicu peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 25 knot di wilayah NTT dan sekitarnya. Pertemuan massa udara (konvergensi) ini mengakibatkan terbentuknya "sabuk hujan" yang sangat tebal di atas Pulau Jawa dan Kepulauan Nusa Tenggara.
Data Prakiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia
| Wilayah | Kondisi Cuaca | Kota Terdampak |
|---|---|---|
| Pulau Jawa | Hujan Sedang - Petir | Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta (Petir) |
| Sumatra | Hujan Ringan - Kabur | Medan, Pekanbaru, Lampung, Palembang (Udara Kabur) |
| Bali & Nusa Tenggara | Hujan Ekstrem - Petir | Kupang (Petir), Denpasar (Hujan Ringan), Mataram (Berawan Tebal) |
| Kalimantan | Berawan - Hujan Ringan | Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor |
| Sulawesi | Hujan Ringan | Makassar, Manado, Gorontalo, Kendari, Mamuju |
| Indonesia Timur | Hujan Ringan | Ternate, Ambon, Jayapura |
Daftar Wilayah Status SIAGA (Peringatan Dini)
Berdasarkan dampak yang diprediksi, BMKG menetapkan klasifikasi bahaya sebagai berikut:
1. SIAGA HUJAN EKSTREM:- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- DKI Jakarta
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Sulawesi Selatan
Rekomendasi Keselamatan bagi Masyarakat
Mengingat potensi kecepatan angin yang meningkat tajam di perairan selatan NTT, Laut Timor, dan Laut Arafura, BMKG memberikan instruksi sebagai berikut:
- Waspada Banjir & Longsor: Terutama bagi penduduk yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan di wilayah NTT dan Jawa.
- Hindari Pohon Rindang: Potensi angin kencang akibat bibit siklon 97S dapat merobohkan pohon dan papan reklame.
- Keselamatan Pelayaran: Nelayan diimbau tidak melaut di wilayah Samudra Hindia selatan NTT karena kecepatan angin terpantau di atas 25 knot.
- Update Informasi: Selalu pantau aplikasi Info BMKG atau kanal resmi media sosial @infobmkg secara berkala. (Z-10)
Sumber data: Kedeputian Bidang Meteorologi BMKG (Update 18 Januari 2026).
