Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Kawal Unjuk Rasa Ojek Online di Monas, 1.541 Personel Gabungan Dikerahkan

Golda Eksa
14/1/2026 10:53
Kawal Unjuk Rasa Ojek Online di Monas, 1.541 Personel Gabungan Dikerahkan
Ilustrasi .(Antara)

SEBANYAK 1.541 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal dan melayani aksi unjuk rasa pengemudi ojek daring (online) di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (14/1). Langkah pengamanan ini dilakukan guna memastikan penyampaian pendapat di muka umum berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung, menyatakan bahwa kehadiran aparat di lapangan bertujuan utama untuk memberikan pelayanan bagi massa aksi.

"Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat," kata Reynold di Jakarta, Rabu (14/1).

Titik Konsentrasi Massa
Menurut Reynold, aksi unjuk rasa yang diinisiasi oleh Perhimpunan Ojek Online Indonesia beserta beberapa elemen massa lainnya ini terkonsentrasi di dua titik utama. Lokasi tersebut yakni di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat dan kawasan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

Reynold menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan yang diterjunkan tidak dibekali senjata api. Pihaknya menginstruksikan anggota untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis serta profesionalitas dalam menghadapi massa.

"Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional," ujar Reynold.

Imbauan Tertib dan Jalur Alternatif
Pihak kepolisian juga memberikan imbauan tegas kepada para orator dan peserta unjuk rasa agar menjaga ketertiban selama aksi berlangsung. Massa diminta untuk tidak melakukan tindakan provokatif, tidak menutup akses jalan umum, serta menghindari tindakan anarkis seperti perusakan fasilitas publik atau pembakaran ban.

Selain itu, kepolisian meminta masyarakat di sekitar kawasan Jakarta Pusat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh situasi di lapangan. Bagi pengguna jalan, disarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari potensi kepadatan lalu lintas.

"Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif," pungkas Reynold. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya