Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KOLABORASI mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi, tidak hanya melalui pelatihan, tetapi juga akses langsung ke pasar. Kolaborasi lintas sektor antara dunia usaha, lembaga sosial, pemerintah daerah, dan pelaku retail menjadi salah satu strategi yang mulai diperkuat untuk menjawab tantangan tersebut. Pendekatan ini tercermin dalam program UMKM Level-Up: From Local Heroes to Retail-Ready Brands yang digelar di Jakarta Barat, Selasa (13/1). Program ini melibatkan Tokio Marine Life Insurance Indonesia bersama LAZISMU, PPKUKM DKI Jakarta, Politeknik Tempo, serta mitra retail modern seperti AEON Indonesia, Lotte Mart Indonesia, dan The Food Hall Indonesia dengan fokus utama mempersiapkan UMKM binaan JakPreneur mampu memenuhi standar dan kebutuhan ekosistem ritel modern.
Melalui rangkaian talkshow, Financial Level-Up Masterclass, workshop persiapan kurasi, hingga sesi kurasi langsung oleh ritel modern, peserta tidak hanya memperoleh materi konseptual, tetapi juga pengalaman praktis untuk meningkatkan daya saing bisnis.
SVP Marketing & Corporate Planning Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Alexander Mahendrawan, menyampaikan bahwa keberlanjutan membutuhkan kesinambungan antarprogram.
"Melalui Sustainability Journey, kami tidak hanya fokus pada satu pilar, tetapi membangun keterhubungan antara pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Setelah penyaluran beasiswa Politeknik Tempo pada tahap pertama, UMKM Level-Up menjadi langkah lanjutan untuk mendukung pelaku usaha agar lebih siap, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Selasa (13/1).
Sebanyak 53 pelaku UMKM binaan Jakarta Entrepreneur (JakPreneur) yang mengikuti sesi kurasi merupakan hasil seleksidari 80 usulan UMKM di delapan kecamatan Jakarta Barat. Seluruh peserta dinilai telah menunjukkan konsistensi mengikuti program pembinaan berkelanjutan dan dianggap siap melangkah ke tahap scale-up.
Dari sisi ritel modern, kesiapan produk menjadi faktor kunci. Manager Merchandising PT AEON Indonesia, Auliyarrohman Nuril Afwan, menyoroti pentingnya konsistensi kualitas dan kapasitas produksi agar UMKM mampu memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan.
Sementara itu, Product Development Private Brand Lotte Mart Indonesia, Metty Sumiati, menekankan bahwa pemahaman standar ritel menjadi prasyarat utama agar kemitraan dapat terjalin dalam jangka panjang.
Aspek pengelolaan keuangan dan mitigasi risiko juga menjadi perhatian. Dalam sesi Financial Level-Up Masterclass, Head of Agency Training & Manpower Development Division Tokio Marine Life, Novi Andrianto, menyoroti kerentanan UMKM terhadap gangguan operasional.
“Banyak UMKM belum menyadari bahwa risiko seperti pemilik usaha sakit, produksi terhenti, atau gangguan operasional dapat berdampak besar pada kelangsungan bisnis. Melalui sesi ini, kami ingin membantu UMKM memahami risiko tersebut dan menyiapkan langkah-langkah sederhana agar usaha tetap berjalan dan lebih tangguh,” ujarnya.
Dukungan pemerintah daerah turut memperkuat program ini. Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah serta Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menyambut baik kolaborasi lintas sektor yang dinilai dapat membuka peluang lebih luas bagi UMKM untuk masuk ke rantai pasok modern.
Melalui pendekatan kurasi langsung dengan retail, program UMKM Level-Up tidak hanya berfungsi sebagai ajang pelatihan, tetapi juga sebagai jembatan konkret antara UMKM dan pasar. Model kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses UMKM naik kelas, sekaligus memperkuat peran sektor usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. (E-4)
Event ke-14 secara nasional ini tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi juga ruang penguatan spiritual dan silaturahmi umat.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan untuk bersaing pasar internasional.
Dukungan serta layanan Amartha juga telah menciptakan lebih dari 110.000 lapangan kerja sepanjang 2024 oleh mitra UMKM Amartha.
ION dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak integrasi data UMKM yang selama ini tersebar dalam berbagai platform
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved