Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPANJANG 2025, industri makanan dan minuman Indonesia menunjukkan kinerja yang solid seiring perubahan perilaku konsumsi masyarakat yang semakin dipengaruhi media sosial dan platform digital. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mencatat, hingga kuartal ketiga 2025 pertumbuhan industri ini mencapai 6,49%, melampaui target tahun sebelumnya di kisaran 5-5,5%. Capaian tersebut didorong meningkatnya permintaan terhadap produk kuliner yang praktis, mudah diakses melalui layanan pesan-antar, serta memiliki daya tarik visual yang kuat.
Di saat bersamaan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi penggerak utama. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 61,9%, dengan jumlah unit usaha melampaui 65 juta pada pertengahan 2025. Angka ini menegaskan peran strategis UMKM dalam menopang pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap perubahan selera konsumen yang cepat.
Tren kuliner kekinian sepanjang 2025 banyak dipengaruhi preferensi Generasi Z yang menyukai menu unik, sederhana, dan “fotogenik”. Beragam camilan inovatif berbasis keju, makanan pedas berbahan aci, sajian khas Korea, dessert bertekstur lumer, donat dengan beragam topping, jajanan nostalgia, hingga minuman fusion seperti matcha dan kopi dengan rasa manis-creamy mendominasi perbincangan di TikTok dan Instagram. Karakter menu yang mudah dibuat dan menarik secara visual menjadi kunci viralitas, sekaligus membuka ruang eksplorasi kreatif bagi pelaku UMKM.
Kombinasi rasa manis, gurih, dan creamy menjadi benang merah yang banyak diminati konsumen. Pola ini memberi peluang inovasi berkelanjutan, terutama pada minuman kekinian dan dessert. Sejumlah proyeksi menyebutkan, pada 2026 tren kuliner diperkirakan semakin beragam, mencakup makanan dan minuman fungsional, penggunaan bahan plant-based, comfort food lokal dengan sentuhan modern, serta minuman berlapis berwarna cerah. Dalam lanskap tersebut, bahan yang mendukung tekstur creamy dinilai masih relevan, dengan kecenderungan adaptasi ke opsi yang lebih sehat.
Melihat dinamika pasar itu, PT Etika Beverages Indonesia melalui brand Dairy Champ menyatakan dukungannya terhadap pelaku UMKM kuliner agar mampu menghadirkan inovasi menu yang selaras dengan tren. Dukungan difokuskan pada penyediaan bahan baku yang membantu konsistensi rasa, efisiensi produksi, serta fleksibilitas aplikasi pada berbagai jenis menu.
Melihat peluang tersebut, PT Etika Beverages Indonesia melalui brand Dairy Champ mendukung pelaku UMKM kuliner dalam menghadirkan inovasi menu makanan dan minuman yang relevan dengan tren pasar. Dukungan ini diwujudkan melalui penyediaan bahan baku yang membantu pelaku usaha menciptakan rasa yang konsisten, tekstur creamy yang disukai konsumen, serta proses produksi yang lebih efisien untuk kebutuhan bisnis sehari-hari. Salah satunya melalui kemasan kental manis pouch 2,5 kilogram yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis sehingga lebih efisien dan praktis.
“Melalui produk seperti Dairy Champ Kental Manis dan susu evaporasi, pelaku UMKM dapat mengembangkan berbagai kreasi minuman dan dessert kekinian tanpa mengorbankan kualitas rasa. Kami memahami UMKM membutuhkan bahan baku yang stabil dan mudah diaplikasikan untuk beragam menu. Inovasi susu evaporasi 0 persen kolesterol juga dihadirkan untuk menjawab tren menu yang semakin mengarah pada pilihan yang lebih sehat, tanpa mengorbankan rasa dan tekstur yang sudah menjadi preferensi konsumen,” ujar Dodi Afandi, Marketing Manager PT Etika Beverages Indonesia.
Tren kuliner viral sepanjang 2025 menunjukkan kreativitas menu, kekuatan visual, dan kesiapan pelaku usaha membaca arah pasar menjadi faktor penting bagi UMKM untuk terus tumbuh dan bersaing di tengah perubahan selera konsumen yang cepat. (Z-2)
Laporan IMF Article IV 2026 mencatat UMKM Indonesia menghadapi biaya pinjaman jauh lebih tinggi dan prosedur aplikasi pinjaman lebih kompleks daripada negara-negara serupa.
Kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” direncanakan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan lokasi yang bergiliran di seluruh kabupaten/kota di Bali.
Program ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang ingin menjadi mitra program tersebut.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah untuk memperkuat pengembangan koperasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan Program Kita Jaga Usaha (KJU) Tahap I sebagai upaya pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana Sumatra.
CPI bersama Bank Indonesia meluncurkan buku pedoman implementasi model bisnis UMKM berkelanjutan sebagai panduan mendorong ekonomi hijau dan akses pembiayaan ramah lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved