Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Mahasiswa Lintas Program Studi Diterjunkan ke Desa Dampingi UMKM

Rahmatul Fajri
27/3/2026 19:40
Mahasiswa Lintas Program Studi Diterjunkan ke Desa Dampingi UMKM
Ilustrasi(Dok Istimewa)

LEBIH dari 100 mahasiswa lintas program studi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang bakal diterjunkan ke 38 desa pada pertengahan 2026 untuk mengikuti program BSI Explore 2026. Program yang mengajak mahasiswa belajar dalam kehidupan nyata tersebut bakal fokus pada kegiatan-kegiatan teknis seperti, pelatihan literasi digital, pendampingan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masuk ke platform online, hingga edukasi dasar bagi pelajar.

"Mereka akan dibagi ke dalam tim-tim kecil, lalu hidup dan belajar di tengah masyarakat selama beberapa pekan. Target kami 38 desa sebagai lokasi pengabdian. Ini bukan angka asal pilih, tapi hasil dari proses pemetaan kebutuhan yang cukup panjang," ujar Kepala Kampus UBSI Kampus Cikarang Hasan Basri, Jumat (27/3/2026).

Dia menegaskan program ini dirancang dengan target jelas, bukan hanya kegiatan seremonial. “Kami menargetkan setiap desa mendapat output terukur, seperti minimal lima UMKM mampu masuk pada platform digital serta peningkatan literasi digital bagi masyarakat setempat,” ujarnya.

Menurut Hasan, di balik hal itu ada tantangan tidak sederhana. Sebab, membantu UMKM bukan hanya soal membuat akun marketplace. Kadang, hal itu tentang meyakinkan seseorang bahwa usahanya layak untuk berkembang.

"Program ini juga tidak membiarkan mahasiswa jalan sendiri. Ada dosen pembimbing yang memonitor, ada proses observasi awal sebelum program dijalankan, dan ada evaluasi di akhir. Semua itu menjadikan pengalaman ini bukan sekadar turun ke lapangan, tetapi bagian dari pembelajaran yang utuh," jelas dia.

Di lapangan nanti, kata dia, mahasiswa akan berhadapan langsung dengan pelaku UMKM, perangkat desa, dan pelajar. Mereka akan membantu membuat akun marketplace, mengelola media sosial bisnis, dan menyusun strategi promosi sederhana.

"BSI Explore 2026 pada akhirnya bukan sekadar soal program pengabdian. Ia adalah ruang pertemuan antara teori dan kenyataan. Tempat mahasiswa belajar bahwa solusi tak selalu datang dari buku, tapi dari keberanian untuk mendengar dan mencoba," tuturnya.

Salah satu calon peserta, Rizky, 21, mengaku sudah mempersiapkan diri jauh sebelum keberangkatan. Namun tetap saja, ada rasa yang tidak bisa dipersiapkan sepenuhnya. “Kami tak cuma datang buat mengajar tapi juga belajar dari masyarakat. Tantangannya justru di situ, bagaimana program yang kami bawa ini bisa benar-benar diterapkan,” tutupnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya