Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai kampus digital kreatif bakal menggelar Edutrip Program: Discover Global Experience, program tamasya intelektual di Singapura dan Malaysia. Program yang berlangsung pada 28-31 Juli 2025 ini akan mengajak dosen dan mahasiswa jalan-jalan ke sejumlah kampus ternama di kedua negara itu.
"Ini bukan sekadar jalan-jalan atau study tour abal-abal, tapi semacam tamasya intelektual yang dibungkus elegan, di antaranya belajar sambil mendengarkan kuliah," ungkap Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UBSI Adi Supriyatna, di Jakarta, Kamis (22/5).
Ia mengatakan nantinya dosen dan mahasiswa akan mengunjungi Management and Science University (MSU), salah satu universitas di Malaysia yang memiliki nuansa modern dan digital.
Kemudian, peserta program mendatangi Nanyang Technological University (NTU), salah satu universitas di Singapura yang masuk 100 top dunia. Pada kunjungan ini akan dilakukan dialog, diskusi, dan bertukar pikiran.
“Selanjutnya, peserta program juga bakal mampir ke Universitas Kuala Lumpur, Malaysia. Di kampus ini, peserta program akan melihat bahwa rombongan belajar mempelajari internasionalisme bukan cuma soal bahasa Inggris yang fasih, tetapi juga tentang kolaborasi lintas budaya dan adaptasi," terang Adi.
Yang tak kalah penting, juga ada kunjungan ke Glints Company dan Vast Group SDN BHD. Glints merupakan salah satu platform penghubung kerja terkemuka yang mempertemukan lulusan universitas dengan industri kerja secara global.
“Adapun di Vast Group, dosen dan mahasiswa mempelajari soal berbisnis agar tetap bertahan di tengah persaingan yang ketat,” jelasnya. Untuk mengikuti program ini, peserta akan dikenakan biaya Rp5,8 juta termasuk tiket pesawat, hotel, transportasi dan wisata budaya. Program ini bakal ditutup pendaftarannya pada 25 Juni 2025. (H-2)
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (PP Hispisi) kembali menggelar rangkaian kegiatan International Conference
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved