Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Jakarta Barat melakukan evaluasi mendalam terhadap permasalahan banjir yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Tingginya intensitas hujan serta kondisi geografis yang berada di area hilir menjadi faktor utama kerentanan bencana di wilayah Jakarta Barat.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, persoalan ini merupakan akumulasi dari faktor alam, geografis, hingga kesiapan infrastruktur penunjang seperti sheetpile atau turap kali.
"Banjir, seperti saya sampaikan tadi di apel, bahwa ini adalah persoalan yang multidimensi, ya, sesungguhnya. Ini kita bicara air kan, bicara hulu sampai ke hilir," ujar Iin usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (13/1).
Curah Hujan Ekstrem
Iin menyoroti data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat curah hujan di Jakarta Barat mencapai 192 milimeter (mm). Angka tersebut masuk dalam kategori ekstrem, ditambah dengan durasi hujan yang cukup lama.
"Kalau kita melihat kemarin, tuh, banjir secara data dari BMKG memang tinggi sekali curah hujannya, dan kemudian durasinya juga sangat lama, hampir setengah hari, ya, kalau kita melihat waktu kemarin," kata Iin.
Kondisi tersebut diperparah dengan letak geografis Jakarta Barat yang lebih rendah dari permukaan laut. Hal ini menyebabkan aliran air dari hulu sering kali tertahan dan memicu kenaikan muka air secara signifikan di pemukiman warga.
Optimalisasi Pengerukan Kali
Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Jakarta Barat mengintensifkan pengerukan pada 11 kali besar yang melintasi wilayah tersebut. Salah satu titik fokus pengerukan berada di Kali Sepak, wilayah Kembangan, guna memperlancar aliran menuju Kali Angke.
"Salah satu yang dilakukan adalah di Kali Sepak, di wilayah Kembangan. Kali Sepak ini nanti alirannya akan menuju ke Kali Angke. Nah, ini akan berakibat juga ke beberapa wilayah. Untuk itu, menjadi kunci di hulu, kita akan lakukan ini (pengerukan) supaya lebih optimal," tutur Iin.
Dalam operasionalnya di Kali Sepak, Pemkot Jakarta Barat menerjunkan tiga alat berat, 10 truk pengangkut lumpur, serta 20 personel gabungan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung air kali.
Sebelumnya, banjir sempat menggenangi sejumlah titik di Jakarta Barat selama lebih dari 24 jam sejak Senin (12/1). Wilayah terdampak paling parah meliputi Kelurahan Kamal, Tegal Alur, dan Rawa Buaya, meskipun sebagian besar titik dilaporkan mulai surut pada Selasa. (Ant/P-2)
Aksi pencurian yang dipicu jeratan pinjaman online (pinjol) ini mengakibatkan korban merugi hingga Rp300 juta.
Dodo dan Nasio Siagian, ayah dan anak, terjerat pasal berlapis penganiayaan terhadap tetangga di Kapuk, Jakarta Barat.
Pasar rumah tapak di Jakarta Barat masih menjanjikan, terutama di segmen harga menengah.
ANGGOTA Komisi A DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana menyoroti kondisi tata kota di Kalideres dan Cengkareng, Jakarta Barat, yang dinilai semakin semrawut.
PERISTIWA tragis terjadi di perlintasan rel Angke, Jakarta Barat (Jakbar). Seorang pria muda berusia 24 tahun dinyatakan tewas tertabrak kereta.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
IDAI peringatkan risiko KLB Campak saat mudik 2026. Simak tips dr. Piprim Basarah agar anak tetap sehat dan daftar obat wajib di kotak P3K.
Hadapi cuaca panas ekstrem di Jakarta, Pemprov DKI imbau warga lakukan langkah pencegahan. Simak panduan kesehatan dan instruksi Gubernur Pramono Anung di sini.
Cuaca ekstrem di Jawa Tengah sudah mulai mereda pada Rabu (18/3), namun di banyak daerah masih berpeluang diguyur hujan ringan-sedang terutama di jalur mudik.
Libur Lebaran, DPRD DIY Ingatkan Kewaspadaan terhadap Potensi Cuaca Ekstrem
Waspada cuaca ekstrem! BMKG rilis daftar provinsi berpotensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang periode 13-19 Maret 2026. Cek status siaga berdasarkan prakiraan cuaca BMKG di sini.
BPBD Jatim telah mendirikan 38 posko tanggap darurat maupun posko siaga darurat di seluruh kabupaten/kota serta menyiagakan 300 personel untuk penanganan bencana sebagai upaya kesiapan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved