Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Upaya Pemkot Jakarta Barat Atasi Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

Golda Eksa
13/1/2026 16:09
Upaya Pemkot Jakarta Barat Atasi Banjir Akibat Cuaca Ekstrem
Ilustrasi .(Antara)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Jakarta Barat melakukan evaluasi mendalam terhadap permasalahan banjir yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Tingginya intensitas hujan serta kondisi geografis yang berada di area hilir menjadi faktor utama kerentanan bencana di wilayah Jakarta Barat.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, persoalan ini merupakan akumulasi dari faktor alam, geografis, hingga kesiapan infrastruktur penunjang seperti sheetpile atau turap kali.

"Banjir, seperti saya sampaikan tadi di apel, bahwa ini adalah persoalan yang multidimensi, ya, sesungguhnya. Ini kita bicara air kan, bicara hulu sampai ke hilir," ujar Iin usai memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (13/1).

Curah Hujan Ekstrem
Iin menyoroti data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mencatat curah hujan di Jakarta Barat mencapai 192 milimeter (mm). Angka tersebut masuk dalam kategori ekstrem, ditambah dengan durasi hujan yang cukup lama.

"Kalau kita melihat kemarin, tuh, banjir secara data dari BMKG memang tinggi sekali curah hujannya, dan kemudian durasinya juga sangat lama, hampir setengah hari, ya, kalau kita melihat waktu kemarin," kata Iin.

Kondisi tersebut diperparah dengan letak geografis Jakarta Barat yang lebih rendah dari permukaan laut. Hal ini menyebabkan aliran air dari hulu sering kali tertahan dan memicu kenaikan muka air secara signifikan di pemukiman warga.

Optimalisasi Pengerukan Kali
Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Jakarta Barat mengintensifkan pengerukan pada 11 kali besar yang melintasi wilayah tersebut. Salah satu titik fokus pengerukan berada di Kali Sepak, wilayah Kembangan, guna memperlancar aliran menuju Kali Angke.

"Salah satu yang dilakukan adalah di Kali Sepak, di wilayah Kembangan. Kali Sepak ini nanti alirannya akan menuju ke Kali Angke. Nah, ini akan berakibat juga ke beberapa wilayah. Untuk itu, menjadi kunci di hulu, kita akan lakukan ini (pengerukan) supaya lebih optimal," tutur Iin.

Dalam operasionalnya di Kali Sepak, Pemkot Jakarta Barat menerjunkan tiga alat berat, 10 truk pengangkut lumpur, serta 20 personel gabungan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung air kali.

Sebelumnya, banjir sempat menggenangi sejumlah titik di Jakarta Barat selama lebih dari 24 jam sejak Senin (12/1). Wilayah terdampak paling parah meliputi Kelurahan Kamal, Tegal Alur, dan Rawa Buaya, meskipun sebagian besar titik dilaporkan mulai surut pada Selasa. (Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik