Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah isu fenomena Squall Line yang dikabarkan akan menghantam wilayah Jabodetabek pada malam pergantian tahun 2025/2026. Tapi apa sebenarnya Squall Line?
Squall Line merupakan fenomena meteorologi berupa barisan awan badai cumulonimbus (Cb) yang memanjang dan bergerak secara bersamaan. Fenomena ini dapat memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, serta kilat atau petir dalam satu sistem yang terorganisasi.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan Squall Line terbentuk akibat kondisi atmosfer yang sangat labil dan umumnya terjadi di wilayah tropis maupun subtropis. Fenomena ini dapat berlangsung selama beberapa jam dan melintasi wilayah yang cukup luas.
"Squall Line memang merupakan fenomena cuaca yang dapat menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Namun, untuk wilayah Jabodetabek pada malam tahun baru, BMKG tidak mendeteksi adanya fenomena Squall Line seperti yang ramai dikabarkan," kata Guswanto saat dihubungi, Sabtu (3/1).
Ia menegaskan narasi yang menyebut Squall Line akan berdampak destruktif di Jabodetabek tidak didukung oleh data hasil pemantauan BMKG. Oleh karena itu, informasi tersebut dipastikan sebagai hoaks.
"Informasi mengenai Squall Line yang disebut akan menghantam Jabodetabek itu tidak benar. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada isu yang sumbernya tidak jelas dan selalu merujuk pada kanal resmi BMKG," tegasnya.
BMKG mengingatkan masyarakat saat ini Indonesia memang tengah berada di puncak musim hujan, sehingga potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang tetap perlu diwaspadai. Namun, kewaspadaan tersebut harus didasarkan pada informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG juga meminta masyarakat untuk aktif memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini yang disampaikan melalui situs resmi, media sosial terverifikasi, serta aplikasi resmi BMKG guna menghindari kesalahpahaman dan kepanikan akibat informasi menyesatkan. (Z-2)
BMKG peringatkan potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang di Jawa Barat pada 4-10 Maret 2026. Waspada bencana hidrometeorologi di wilayah Jabar.
BMKG pantau 3 bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang picu cuaca ekstrem di Indonesia. Waspada hujan lebat, angin kencang, dan gelombang hingga 4 meter.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait prakiraan cuaca Jawa Tengah 3 Maret 2026. Gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi di perairan selatan dan 2,5 meter dan potensi cuaca ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi kemunculan tiga bibit siklon tropis yang berada di sekitar wilayah Indonesia.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved