Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah komoditas sayur mayur di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengalami kenaikan signifikan, khususnya cabai dan bawang merah.
Harga cabai rawit merah yang pada kondisi normal berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, kini melonjak hingga Rp70 ribu bahkan mendekati Rp80 ribu per kg. Sedangkan cabai keriting yang biasanya dijual Rp30 ribu–Rp35 ribu per kg, kini berada di kisaran Rp65 ribu per kg.
Kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi serta faktor cuaca.
Staf Operasional Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Induk Cibitung dan Sukatani, Abdul Rahman, menyampaikan, sejak awal November hingga Desember terjadi lonjakan harga cabai dan bawang merah akibat pasokan yang menurun.
Menurutnya, bawang merah yang biasanya dipasok dari beberapa daerah seperti Brebes, Malang, dan wilayah lainnya, saat ini hanya mengandalkan pasokan dari Brebes.
"Kondisi pasokan berkurang. Untuk bawang merah, hari ini hanya dari Brebes saja. Begitu juga dengan cabai rawit, pasokannya menurun sejak awal Desember," ujarnya di Kantor UPTD Pasar Induk Cibitung, dalam keterangannya yang dikutip Selasa (16/12).
Rahman menjelaskan, faktor cuaca menjadi penyebab utama kenaikan harga. Curah hujan tinggi di awal Desember membuat proses panen atau petikan cabai berkurang, terutama di daerah perbukitan yang rawan longsor. Selain itu, cabai yang dipanen berisiko cepat busuk jika tidak segera terjual.
"Kondisi ini hampir setiap tahun terjadi saat Natal dan Tahun Baru. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu, kenaikan harga sekarang masih lebih rendah. Tahun kemarin harga cabai rawit merah sempat tembus hampir Rp100 ribu per kg," katanya.
Abdul Rahman menambahkan, di tingkat pasar eceran atau pasar tradisional, harga bisa lebih tinggi dari Pasar Induk. Jika di Pasar Induk mencapai Rp70 ribu, maka di pasar eceran dapat menyentuh Rp80 ribu per kg.
Terkait kondisi itu, pihak UPTD Pasar Induk Cibitung mengaku rutin melakukan pendataan dan melaporkan perkembangan harga setiap hari kepada Dinas Perdagangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pangan, serta Satgas Pangan.
"Kami laporkan kondisi lapangan agar ada langkah atau solusi dari pemerintah untuk menekan kenaikan harga, supaya tidak berkepanjangan," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang cabai di Pasar Induk Cibitung, Fahir, mengungkapkan, kenaikan harga berdampak langsung pada menurunnya daya beli. Penjualan cabai yang biasanya mencapai sekitar 20 kg per hari, kini hanya sekitar 10 kg.
"Daya beli turun karena harga melonjak. Pelanggan terbesar biasanya dari katering, kalau rumah tangga beli sedikit-sedikit," katanya.
Ia mengaku, dalam kondisi harga tinggi seperti sekarang, keuntungan hampir tidak ada. Pedagang hanya berusaha memutar modal agar usaha tetap berjalan.
Baik pengelola pasar maupun pedagang berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan. Mereka menilai kenaikan harga yang terlalu tinggi akan memberatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga. (H-2)
Menurut data Dinpanpertan Bangka, total ketersediaan daging ayam yakni sebanyak 17.925 akarkas atau kilogram.
Daging sapi kini dijual seharga Rp140.000 per kilogram, daging ayam Rp43.000 per kilogram, dan telur ayam Rp30.000 per kilogram.
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Pantau harga pangan terbaru hari ini 18 Februari 2026. Cabai rawit merah tembus Rp88.600/kg, telur ayam Rp32.200/kg. Cek daftar lengkap harga sembako PIHPS di sini.
Pantauan harga pangan di Pasar Botania dan Tos 3000 Batam. Harga ayam Rp45.000, cabai rawit Rp85.000. Cek update harga sembako terbaru di sini.
Update harga pangan di Pasar Kadipaten Majalengka jelang Ramadan 2026. Cabai rawit, bawang, telur, dan daging sapi kompak naik. Cek tabel harganya.
Kenaikan harga daging ayam ras berada di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menu berbuka puasa.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Program Bazar Murah dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 6 Maret 2026 dan menyasar 15 kecamatan di Kota Bandung.
Telur ayam ras turun dari sebelumnya Rp32 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu per kilogram serta daging ayam potong dari sebelumnya Rp42 ribumenjadi Rp40 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved