Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BSD City Kian Dilirik Pelari, Total Peserta Event Naik hampir 40 Persen pada 2025

 Gana Buana
12/12/2025 16:49
BSD City Kian Dilirik Pelari, Total Peserta Event Naik hampir 40 Persen pada 2025
Kawasan yang dikembangkan Sinar Mas Land, BSD City kian dilirik para pelari.(Dok. Sinar Mas Land)

OLAHRAGA lari terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Mengacu pada data GoodStats.id, jumlah event lari nasional melonjak dari 88 kegiatan pada 2021 menjadi lebih dari 600 pada 2025.

Antusiasme pelari pun turut meningkat, dengan total mencapai 242 ribu orang per Mei 2025. Tren positif ini turut berdampak pada BSD City yang kian dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai ajang lari berskala besar.

Sebagai mega township, BSD City memperkuat posisinya sebagai kota yang mendukung gaya hidup aktif melalui penyediaan infrastruktur yang nyaman, aman, dan berkelanjutan.

Kawasan BSD City dikenal memiliki lingkungan hijau dengan pedestrian walkway yang lebar, jogging track terintegrasi, serta jalur sepeda yang saling terkoneksi. Kombinasi ini menjadikan BSD City ideal bagi pejalan kaki, pelari pemula, hingga pelari profesional.

Saat ini, BSD City memiliki lebih dari 10 jogging track yang tersebar di BSD Barat dan BSD Timur, di antaranya Green Office Park (GOP) dan ICE BSD City, Vanya Park, QBig, Mozia Loop, Serbaraja Toll Park, Wonder Alley Loop (BSD Barat), serta Bukit Golf dan The Savia (BSD Timur). Aktivitas lari juga tumbuh menjadi budaya komunitas, terlihat dari rutinitas berbagai komunitas pelari yang berkumpul setiap pekan untuk latihan bersama, sekaligus membangun semangat komunal dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.

Chief of Corporate Sales & Marketing Sinar Mas Land, Dian Asmahani, menyampaikan bahwa pengembangan BSD City tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga menghadirkan township modern yang mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

“Sejak delapan tahun lalu, kami konsisten mendukung berbagai kegiatan lari di BSD City. Hingga November 2025, tercatat telah terselenggara 31 event lari dengan total 120.000 pelari. Jumlah tersebut meningkat hampir 40% dibandingkan 2024,” ujarnya.

Menurutnya, capaian ini mencerminkan BSD City sebagai kawasan yang dinamis, tempat aktivitas olahraga dan kehidupan sosial dapat berjalan beriringan, serta melibatkan beragam kelompok masyarakat mulai dari pelajar, profesional, keluarga, hingga komunitas penyandang disabilitas.

Founder Komunitas Lari Semangat Pagi (@smpg.cc), Hendra Thio, menambahkan bahwa BSD City dinilai memiliki ekosistem lari yang lengkap dan inklusif. Ia menyebut variasi rute yang tersedia memungkinkan komunitas mengatur program latihan sesuai level, mulai dari easy run, tempo run, hingga speed workout.

Dukungan meeting point yang strategis serta ruang komunal untuk cool down dan recovery juga disebut menjadi nilai tambah, karena tidak hanya menunjang performa namun turut memperkuat budaya lari yang konsisten dan terbuka bagi semua level pelari.

Hampir setiap pekan, BSD City menjadi tuan rumah event lari prestisius dengan rata-rata partisipasi 500 hingga 10.000 orang per ajang. Sejumlah event tahunan juga tercatat rutin digelar hingga delapan tahun berturut-turut di BSD City, di antaranya BFI Run dan JCO Run.

Direktur IdeaRun Race Management, Safrita Aryana, menyampaikan bahwa dari perspektif penyelenggara, BSD City memiliki dinamika yang kuat dalam ekosistem event lari.

“Partisipasi selalu bertumbuh, atmosfer kawasan nyaman untuk peserta dari berbagai latar, dan infrastruktur modern serta akomodasi sangat memadai. Proses persiapan race juga lebih efisien karena dukungan tim Sinar Mas Land yang komunikatif, solutif, dan fast response,” jelasnya.

Faktor ini, menurutnya, menjadi alasan BSD City terus dipilih sebagai titik temu para pelari dari tahun ke tahun dengan jumlah peserta yang terus meningkat.

Sejak awal pengembangannya, BSD City sebagai kota mandiri dengan luas lebih dari 6.000 hektare dirancang secara terintegrasi untuk menunjang kualitas hidup penghuni dan komunitas di dalamnya. Beragam fasilitas publik seperti taman kota, danau, area terbuka, hingga venue berskala besar seperti ICE BSD City, serta akses transportasi yang mudah, menghadirkan pilihan aktivitas yang kian beragam bagi masyarakat.

Dari sisi konektivitas, BSD City memiliki akses langsung ke sejumlah ruas tol utama seperti Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A dan 1B, Tol Jakarta-Merak (Kebon Jeruk), Tol Serpong-Cinere, serta Tol Jakarta-Serpong yang terhubung dengan Tol JORR 1 dan JORR 2 (Bandara Soekarno-Hatta-Kunciran-Serpong-Cinere-Cimanggis-Cibitung-Cilincing), termasuk keterhubungan menuju Tol Japek dan Tol Jagorawi. Mobilitas penghuni dan pengunjung juga didukung transportasi publik seperti kereta Commuter Line (akses terdekat melalui Stasiun Cisauk di Kawasan Intermoda BSD City), feeder bus menuju sejumlah titik di Jakarta, serta layanan airport shuttle ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (RO/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya