Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Tata Kota Yayat Supriyanta menegaskan pemerintah perlu segera membuka data bangunan yang belum mengantongi sertifikasi layak fungsi, terutama setelah rangkaian kebakaran gedung terjadi di Jakarta.
"Pertanyaannya sederhana: siapa yang melakukan audit mitigasi kebakaran pada gedung-gedung ini? Dan apakah sertifikasi layak fungsi sudah dilakukan atau belum?” ujar Yayat saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (9/12).
Menurut dia, aturan tentang keselamatan bangunan sudah diatur jelas dalam PP 16/2021 sebagai turunan UU 28/2002.
Sertifikasi layak fungsi mencakup deteksi cepat kebakaran, sistem pemadaman, hingga keberadaan jalur evakuasi yang aman. Namun, realitasnya banyak gedung tidak bisa menunjukkan dokumen ini saat insiden terjadi.
Yayat mempertanyakan kapasitas lembaga yang seharusnya memeriksa gedung-gedung lama di Jakarta, yang sebagian besar berusia 20–30 tahun.
"Kalau Dinas Cipta Karya dan Dinas Gedung harus melakukan audit, apakah mereka punya tenaga ahli cukup? Kalau Pemadam Kebakaran, tugasnya berbeda. Nah, sekarang siapa yang sebenarnya bertanggung jawab?” kata dia.
Ketiadaan audit berkala, sambung Yayat, membuat publik tidak tahu bangunan mana yang rawan dan mana yang aman.
Ia mendesak Pemprov DKI mempublikasikan daftar gedung yang sudah dan belum tersertifikasi sebagai bentuk transparansi.
“Pemilik gedung harus berani menjelaskan bahwa bangunannya aman, sudah diaudit. Begitu juga penyewa. Mereka berhak tahu bangunan tempat mereka bekerja memiliki risiko atau tidak,” kata dia.
Menurutnya, tanpa audit menyeluruh dan keterbukaan informasi, kebakaran akan terus terulang karena pemerintah tidak memiliki peta risiko.
"Ini bukan sekadar dokumen, tapi jaminan keselamatan ribuan orang yang bekerja dan tinggal di gedung-gedung Jakarta,” ucap Yayat. (H-2)
Ruko yang disewa Terra Drone yang terbakar di Jakarta Pusat hingga menewaskan 22 orang pada 9 Desember 2025 itu tidak pernah dilakukan perawatan rutin.
Insiden Terra Drone menewaskan 22 orang, terdiri dari karyawan dan peserta magang yang berada di dalam gedung.
Dua saksi kunci ungkap penyebab kebakaranĀ Terra Drone di Jakarta Pusat. Baterai drone memercikkan api hingga menewaskan 22 orang
ANGGOTA Komisi A DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana mendesak pembentukan panitia khusus atau pansus untuk menelusuri menyusul insiden kebakaran di gedung Terra Drone
Polres Metro Jakarta Pusat mengonfirmasi bahwa penyidikan terkait kebakaran Terra Drone di kawasan Kemayoran masih terus berjalan.
Polisi menetapkan Dirut Terra Drone MW sebagai tersangka kebakaran ruko di Kemayoran yang menewaskan 22 orang. Penyidik mengantongi dua alat bukti
Pemeriksaan intensif terkait Sertifikat Laik Fungsi (SLF) ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah usai tragedi kebakaran di Gedung Terra Drone yang menelan 22 korban jiwa.
Pembaruan aturan menjadi krusial agar pemerintah kembali memiliki landasan hukum yang kuat dalam melakukan pengawasan dan penindakan.
Perketat pengawasan fasilitas publik, mulai dari perkantoran, sekolah, hingga tempat ibadah.
Jika ditemukan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran pidana, kasus ini harus diselesaikan melalui jalur hukum.
Insiden Terra Drone menewaskan 22 orang, terdiri dari karyawan dan peserta magang yang berada di dalam gedung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved