Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TRAGEDI kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, menyisakan duka mendalam. Salah satu korban yang meninggal, Novia, diketahui sedang mengandung anak pertama dan tengah menunggu hari perkiraan lahir (HPL).
Prasetyo (33), sepupu dari suami korban, menyampaikan bahwa keluarga sangat terpukul karena Novia begitu menantikan kehadiran buah hati yang selama ini dinanti-nantikan.
“Usia kandungannya sudah besar. Perkiraan lahir sekitar Januari. Ini anak pertama,” ujar Prasetyo dilansir dari Antara, Selasa (9/12).
Walaupun kondisi kehamilannya memasuki tahap akhir, Novia tetap aktif bekerja di kantor tempat ia berdinas. Ia belum mengambil cuti dan masih beraktivitas sebagaimana biasanya.
Prasetyo mengatakan kabar kebakaran pertama kali diterimanya dari mertua sekitar pukul 15.30 WIB. “Dapat telepon bahwa ada kebakaran di Kemayoran. Korban itu istri dari keponakan mertua,” jelasnya.
Saat kejadian, Novia berada di lantai lima bangunan. Ia berusaha turun ke lantai dasar, tetapi api sudah menjalar dan menutup akses. Asap pekat membuat jalur tangga tidak dapat dilintasi.
“Dia mencoba turun, tapi tidak bisa. Asap sudah sangat tebal, jadi kembali lagi ke lantai lima. Mungkin karena kehabisan oksigen, dia tidak bisa terselamatkan,” tutur Prasetyo.
Meski kondisi tubuh korban ditemukan utuh, keluarga menduga kuat Novia meninggal akibat sesak napas akibat asap yang memenuhi ruangan. Suami korban telah berada di lokasi sejak awal, sementara keluarga besar dari Lampung, kampung halaman Novia, sedang dalam perjalanan menuju Jakarta.
Jenazah rencananya akan dibawa ke Lampung untuk dimakamkan. “Kemungkinan besok dimakamkan di Lampung. Dia asli Lampung dan merantau ikut suami,” kata Prasetyo.
Saat ini keluarga masih menunggu proses identifikasi dan pemeriksaan forensik di RS Polri sebelum jenazah dapat dibawa pulang.
Sebanyak 22 kantong jenazah akibat kebakaran Gedung Terra Drone telah tiba di RS Polri Kramat Jati pada Selasa sore. Ambulans yang membawa jenazah datang sejak pukul 15.15 WIB dan langsung diarahkan ke Instalasi Forensik untuk proses identifikasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengonfirmasi bahwa hingga pukul 17.00 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 22 orang, terdiri atas tujuh laki-laki dan 15 perempuan.
Pihak kepolisian menduga kebakaran bermula dari baterai drone mainan yang terbakar di lantai satu. Karyawan sempat berupaya memadamkan api, namun api cepat membesar karena area tersebut juga difungsikan sebagai gudang penyimpanan.
“Sekitar pukul 12.30 WIB ada baterai yang terbakar di lantai satu,” kata Susatyo. (Z-10)
Kebakaran gedung Terra Drone, Jakarta, pada Selasa (9/12) menewaskan 22 karyawan. Kepolisian menyebut gedung itu nihil jalur evakuasi dan alarm. Sebagian korban tewas di dekat area kaca.
KAPOLRES Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo P Condro menegaskan penyidikan kebakaran gedung Terra Drone Indonesia sepenuhnya berfokus pada fakta kelalaian dan korban jiwa.
PENYIDIKAN kebakaran gedung Terra Drone di Jalan Jenderal Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat terus berjalan.
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengatakan akan segera melakukan pengecekan sistem pencegahan dan mitigasi kebakaran di gedung-gedung.
POLISI akan segera melakukan gelar perkara kasus kebakaran Terra Drone, di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 9 Desember 2025.
RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur mengidentifikasi tujuh jenazah korban kebakaran Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat. Identifikasi itu berdasarkan pencocokan data antemortem.
Sebuah ledakan besar akibat kebocoran gas melanda pemukiman di pusat kota Utrecht, Belanda. Empat orang terluka dan evakuasi warga segera dilakukan.
Damkarmat Kota Kendari mengerahkan tujuh mobil pemadam untuk memadamkan kebakaran yang terjadi sejak pukul 05.18 WITA dan menghanguskan 15 kios, dua ruko, serta satu minibus.
Anggota DPRD DKI Kevin Wu mendesak percepatan investigasi kebakaran di Teluk Gong yang menewaskan 5 orang.
SWISS sedang dilanda salah satu tragedi terburuknya setelah kebakaran melanda satu bar di kawasan Alpine saat perayaan Malam Tahun Baru. Ini menewaskan lebih dari 40 orang.
BAR Le Constellation di resor ski Crans-Montana, Swiss, memiliki pintu keluar darurat. Sebagian besar orang di dalam tempat tersebut akan kesulitan menemukannya setelah kebakaran terjadi.
KEMBANG api yang diletakkan di atas botol sampanye tampaknya menjadi sumber kebakaran yang melanda satu bar yang ramai di Swiss selatan pada Hari Tahun Baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved