Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional (BNN) mengakui sempat menghadapi kesulitan dalam memburu Dewi Astutik alias Mami, penyelundup dua ton narkotika dalam jaringan internasional. Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan, Dewi kerap berpindah-pindah negara sehingga menyulitkan proses pelacakan.
"Tentu kesulitannya karena yang bersangkutan ini adalah bagian dari jaringan internasional yang selama ini pindah dari negara ke negara lain," kata Suyudi dikutip dari Antara, Selasa (2/12).
Untuk menangkap Dewi, BNN harus melakukan koordinasi dengan Interpol dan aparat penegak hukum negara-negara tempat Dewi berpindah. Kolaborasi lintas negara tersebut menjadi kunci dalam operasi penangkapan.
"Yang bersangkutan berada di negara Kamboja, kita dengan kerja sama tadi yang saya sampaikan, kita bisa menemukan titik yang bersangkutan sehingga kita lakukan penangkapan dengan kolaboratif antara negara Indonesia dan pemerintah Kamboja," ungkap Suyudi.
Kerja sama antara BNN, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Interpol, dan otoritas Kamboja akhirnya membuahkan hasil. Dewi Astutik ditangkap di Sihanoukville, Kamboja. Setelah diamankan, ia dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses interogasi dan verifikasi identitas sebelum dipulangkan ke Indonesia.
1. Informasi Intelijen Masuk (17 November 2025)
BNN menerima informasi intelijen mengenai pergerakan Dewi Astutik pada 17 November 2025. Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh Kedeputian Berantas serta Kedeputian Hukum dan Kerja Sama BNN.
“Begitu informasi intelijen masuk, kami langsung bergerak karena setiap jam menentukan posisi target,” kata Suyudi. BNN kemudian mengeluarkan surat perintah pemberangkatan tim ke Kamboja pada 25 November 2025.
Sebagai tindak lanjut, BNN menerbitkan surat perintah pemberangkatan tim ke Kamboja pada 25 November 2025.
2. Tim BNN Tiba di Phnom Penh (30 November 2025)
Tim Operasi tiba di Phnom Penh pada 30 November 2025 dan segera membangun koordinasi dengan Kepolisian Kamboja, BAIS perwakilan Kamboja, Interpol Polri, KBRI, dan berbagai otoritas terkait.
3. Penangkapan di Sihanoukville (1 Desember 2025)
Penangkapan dilakukan saat Dewi sedang dalam perjalanan menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville, Senin (1/12). Operasi berlangsung cepat dan tanpa perlawanan. Setelah ditangkap, Dewi langsung dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses interogasi dan verifikasi identitas sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Suyudi menyampaikan bahwa Dewi akan menjalani pemeriksaan intensif untuk menelusuri aliran pendanaan, logistik, serta pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan narkotika internasional tersebut.
BNN menyebut Dewi Astutik juga merupakan buronan aparat Korea Selatan. Ia diduga terlibat dalam pengendalian perdagangan narkotika yang beroperasi di Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Afrika.
"Dewi merupakan rekrutmen dari jaringan perdagangan narkotika Asia Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan," ujarnya.
Dewi Astutik alias Mami diketahui sebagai aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025, serta beberapa kasus besar pada 2024 yang terhubung dengan jaringan Golden Crescent. Di bawah pengendaliannya, jaringan tersebut mengoperasikan distribusi berbagai jenis narkotika, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, ke sejumlah negara di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Posisi strategis Dewi yang diduga beririsan dengan jaringan buronan besar Fredy Pratama menunjukkan bahwa sindikat narkoba kini saling menopang.
Selama ini Dewi Astutik juga diburu atau merupakan buronan Korea Selatan. Dia juga merupakan bagian dari sejumlah jaringan natkoba yang besar.
Penangkapan Dewi Astutik dinilai menjadi momentum membongkar sindikat narkoba internasional. DPR menekankan pentingnya investigasi menyeluruh
Keluarga mengungkap kehidupan sederhana Dewi Astutik yang pernah berjualan nasi bungkus sebelum ditangkap BNN sebagai gembong narkoba
Suami Dewi Astutik syok mengetahui istrinya ditangkap di Kamboja karena kasus sabu 2 ton. Keluarga mengira Dewi bekerja sebagai TKW
Sudding juga menyoroti nilai fantastis Rp 5 Triliun dari peredaran narkotika yang diduga dikendalikan Dewi Astutik.
BNN mengungkap peran besar Dewi Astutik dalam jejaring narkoba internasional Golden Triangle dan keterkaitannya dengan Fredy Pratama. Dewi ditangkap di Kamboja
Kronologi lengkap penangkapan Dewi Astutik, buronan internasional kasus dua ton sabu. BNN dan BAIS TNI menangkap pelaku di Kamboja melalui operasi gabungan lintas negara.
POLRES Asahan menangkap dua pelaku yang terlibat jaringan sabu ke Palembang di Dusun II, Desa Bangun Sari, Kecamatan Silo Laut, Minggu (9/11).
POLISI berhasil menggagalkan peredaran narkoba berupa hampir setengah ton sabu di tiga daerah di Sumatra Utara (Sumut) dalam waktu delapan bulan.
KANWIL Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY bersama Polda DIY berhasil mengungkap tindak pidana narkotika jenis sabu jaringan narkoba internasional Malaysia-Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved