Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Akhir Pelarian Dewi Astutik: Jaringan Narkotika Asia-Afrika yang Ditangkap di Kamboja

Akmal Fauzi
02/12/2025 22:29
Akhir Pelarian Dewi Astutik: Jaringan Narkotika Asia-Afrika yang Ditangkap di Kamboja
Dewi Astutik ditangkap di Kamboja(Istimewa)

BADAN Narkotika Nasional (BNN) mengakui sempat menghadapi kesulitan dalam memburu Dewi Astutik alias Mami, penyelundup dua ton narkotika dalam jaringan internasional. Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan, Dewi kerap berpindah-pindah negara sehingga menyulitkan proses pelacakan.

"Tentu kesulitannya karena yang bersangkutan ini adalah bagian dari jaringan internasional yang selama ini pindah dari negara ke negara lain," kata Suyudi dikutip dari Antara, Selasa (2/12). 

Untuk menangkap Dewi, BNN harus melakukan koordinasi dengan Interpol dan aparat penegak hukum negara-negara tempat Dewi berpindah. Kolaborasi lintas negara tersebut menjadi kunci dalam operasi penangkapan.

"Yang bersangkutan berada di negara Kamboja, kita dengan kerja sama tadi yang saya sampaikan, kita bisa menemukan titik yang bersangkutan sehingga kita lakukan penangkapan dengan kolaboratif antara negara Indonesia dan pemerintah Kamboja," ungkap Suyudi.

Kerja sama antara BNN, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Interpol, dan otoritas Kamboja akhirnya membuahkan hasil. Dewi Astutik ditangkap di Sihanoukville, Kamboja. Setelah diamankan, ia dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses interogasi dan verifikasi identitas sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Kronologi Penangkapan Dewi Astutik

1. Informasi Intelijen Masuk (17 November 2025)

BNN menerima informasi intelijen mengenai pergerakan Dewi Astutik pada 17 November 2025. Informasi tersebut ditindaklanjuti oleh Kedeputian Berantas serta Kedeputian Hukum dan Kerja Sama BNN.

“Begitu informasi intelijen masuk, kami langsung bergerak karena setiap jam menentukan posisi target,” kata Suyudi. BNN kemudian mengeluarkan surat perintah pemberangkatan tim ke Kamboja pada 25 November 2025.

Sebagai tindak lanjut, BNN menerbitkan surat perintah pemberangkatan tim ke Kamboja pada 25 November 2025.

2. Tim BNN Tiba di Phnom Penh (30 November 2025)

Tim Operasi tiba di Phnom Penh pada 30 November 2025 dan segera membangun koordinasi dengan Kepolisian Kamboja, BAIS perwakilan Kamboja, Interpol Polri, KBRI, dan berbagai otoritas terkait.

3. Penangkapan di Sihanoukville (1 Desember 2025)

Penangkapan dilakukan saat Dewi sedang dalam perjalanan menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville, Senin (1/12). Operasi berlangsung cepat dan tanpa perlawanan. Setelah ditangkap, Dewi langsung dipindahkan ke Phnom Penh untuk proses interogasi dan verifikasi identitas sebelum dipulangkan ke Indonesia.

Suyudi menyampaikan bahwa Dewi akan menjalani pemeriksaan intensif untuk menelusuri aliran pendanaan, logistik, serta pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan narkotika internasional tersebut.

Kiprah Dewi Astutik dalam Jaringan Narkotika Internasional

BNN menyebut Dewi Astutik juga merupakan buronan aparat Korea Selatan. Ia diduga terlibat dalam pengendalian perdagangan narkotika yang beroperasi di Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Afrika.

"Dewi merupakan rekrutmen dari jaringan perdagangan narkotika Asia Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan," ujarnya.

Dewi Astutik alias Mami diketahui sebagai aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025, serta beberapa kasus besar pada 2024 yang terhubung dengan jaringan Golden Crescent. Di bawah pengendaliannya, jaringan tersebut mengoperasikan distribusi berbagai jenis narkotika, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, ke sejumlah negara di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik