Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
POLISI berhasil menggagalkan peredaran narkoba berupa hampir setengah ton sabu di tiga daerah di Sumatra Utara (Sumut) dalam waktu delapan bulan. Ketiga daerah itu sama-sama berada di wilayah pesisir, yakni Kabupaten Asahan, Batubara dan Kota Tanjungbalai.
Direktur Ditres Narkoba Polda Sumut Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan jajarannya bersama dengan Polres Asahan, Polres Tanjungbalai dan Polres Batubara telah mengungkap 603 kasus narkoba dalam kurun waktu 1 Januari hingga 28 Agustus 2025.
"Dari pengungkapan tersebut kami mengamankan 829 tersangka beserta barang bukti dalam jumlah fantastis, antara lain 472,38 kilogram sabu," terangnya, Jumat (29/8).
Selain sabu, mereka juga mendapat beragam barang bukti narkotika jenis lain. Mencakup 32,37 kilogram ganja, 110.312 butir ekstasi, 8.000 butir happy five, 1 kilogram ketamine dan 5.393 liquid vape mengandung Etomidate.
Dalam kurun waktu itu juga jajaran Polda Sumut 77 kali menggerebek berbagai lokasi yang menjadi "sarang narkoba". Penggerebekan tersebut memunculkan 68 kasus narkoba dengan 79 tersangka, serta 20 pengguna yang direhabilitasi.
Penindakan, lanjut Calvijn, juga dilakukan di tempat-tempat hiburan malam (THM). Dari THM, sebanyak enam kasus mereka ungkap dengan 11 tersangka dan 62 butir barang bukti ekstasi.
Adapun THM yang digerebek antara lain Hoki Kings, Kasih Family Karaoke (Asahan) dan Mahkota Hall & KTV. Kemudian Cafe Bossque, Room X One Suranta Permai (Tanjung Balai) serta Nirwana Karaoke (Batubara).
Menurut Calvijn, pengungkapan jaringan narkoba harus dilakukan secara bersama. Tidak bisa dilaksanakan hanya oleh salah satu pihak.
"Aparat penegak hukum menangkap itu berbicara di hilirnya. Tapi jika berbicara di hulu hingga hilirnya, itu tanggung jawab bersama," ujarnya.
Mengacu data BNN, Sumut merupakan peringkat kedua provinsi dengan kasus tindak pidana narkoba tertinggi. Bahkan Sumut peringkat pertama provinsi dengan jumlah kawasan rawan narkoba terbanyak.
Sumut juga paling atas dalam hal prevalensi penyalahgunaan narkoba. Adapun total barang bukti sabu yang didapat polisi sepanjang 2024 di Sumut mencapai sekitar 1,3 ton. (H-3)
Direktur Ditres Narkoba Polda Sumut Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi masyarakat.
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mengapresiasi pengungkapan sindikat peredaran narkoba jaringan internasional dengan menyita 516 kg sabu oleh Polda Metro Jaya.
Ada 4 jaringan asal Sumatra ke Bali yakni jaringan Medan-Singaraja, Medan-Jimbaran, Medan-Canggu dan Medan-Denpasar.
Polres Tegal Kota, Jawa Tengah, mengungkap 4 kasus peredaran narkoba sekaligus mengamankan para pelaku serta menyita 44,28 gram sabu dalam rangkaian Operasi Aman Candi 2025.
ANGGOTA Komisi I DPR RI Abraham Sridjaja menyoroti banyaknya jalur tikus di wilayah perbatasan yang belum diawasi secara optimal.
KANWIL Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY bersama Polda DIY berhasil mengungkap tindak pidana narkotika jenis sabu jaringan narkoba internasional Malaysia-Indonesia.
PEREDARAN narkoba kini banyak menargetkan perempuan ataupun ibu rumah tangga sebagai kurir narkoba. Perempuan kerap menjadi sasaran sindikat narkoba karena rentan secara sosial dan ekonomi.
Tim Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatra Utara menggulung tiga jaringan narkoba besar sepanjang Mei 2025. Ratusan kilogram ganja dan sabu disita serta belasan tersangka ditangkap.
BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) dalam periode April hingga Mei 2025 telah berhasil mengamankan 21 tersangka pengedar Narkoba di seluruh Bali.
Penangkapan dilakukan pada Kamis (22/5/2025) sekitar pukul 11.30 WITA. Polisi menyakini jika pelaku masuk dalam jaringan internasional pengedar Narkoba jenis kokain di Bali.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved