Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) memberikan klarifikasi resmi terkait polemik hilangnya tumbler milik penumpang KRL yang menyeret seorang petugas Passenger Service.
Dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Jumat (28/11), perusahaan menegaskan bahwa petugas yang bersangkutan masih berstatus sebagai pegawai aktif dan tidak diberhentikan, menyusul simpang siur informasi yang sempat berkembang di media sosial.
Direktur Utama KAI Wisata, Hendy Helmy, menyatakan bahwa perusahaan memandang serius dinamika publik yang muncul, namun setiap keputusan tetap mengacu pada proses verifikasi internal.
“Kami ingin meluruskan bahwa petugas Passenger Service yang dimaksud masih merupakan pegawai aktif dan tidak dalam proses pemecatan,” ujar Hendy dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (28/11).
Ia menambahkan, saat ini, KAI Wisata tengah melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh untuk memastikan fakta yang beredar benar-benar tergambar dengan objektif.
“Proses pemeriksaan internal sedang berjalan untuk memastikan kebenaran informasi secara objektif, hasil pemeriksaan inilah yang nantinya menjadi dasar pengambilan keputusan, termasuk pemberian pembinaan atau sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Dalam klarifikasinya, KAI menegaskan tiga poin penting terkait status petugas tersebut:
KAI Wisata kemudian mengingatkan bahwa seluruh petugas frontliner telah mendapatkan pelatihan pelayanan prima dan pembekalan terkait standar operasional.
Setiap isu yang melibatkan interaksi antara petugas dan pengguna layanan, ditegaskan Hendy, akan ditangani melalui mekanisme resmi agar adil bagi kedua belah pihak.
“KAI Wisata berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus memastikan lingkungan kerja yang aman dan suportif bagi para petugas,” tutup Hendy.
Kasus ini bermula dari unggahan seorang penumpang yang mengaku kehilangan tumbler Tuku miliknya setelah tertinggal di gerbong KRL.
Unggahan itu viral dan memicu tudingan bahwa petugas Passenger Service yang menerima laporan barang tertinggal bertanggung jawab atas hilangnya barang tersebut.
Ramainya spekulasi di media sosial kemudian menyeret nama petugas tersebut dan memunculkan kabar bahwa dirinya diberhentikan, sebelum akhirnya KAI Wisata meluruskan bahwa informasi tersebut tidak benar. (Z-1)
PT Kereta Api Indonesia (Persero) masih membatalkan sejumlah perjalanan kereta api di wilayah KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan 16 perjalanan kereta api akibat dampak cuaca ekstrem dan banjir yang melanda sejumlah wilayah.
AKIBAT terdampak banjir, KAI Daop 8 Surabaya menerapkan rekayasa operasi perjalanan kereta api, salah satunya dengan kembali membatalkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh hari ini.
78 perjalanan kereta api yang melintas di Cirebon mengalami gangguan akibat banjir Pekalongan dan tergenangnya jalur rel di petak jalan Pekalongan–Sragi serta di sejumlah wilayah Jakarta.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
SEBANYAK 1.736 penumpang kereta api di Daerah Operasional (Daop) 8 Surabaya, Jawa Timur, membatalkan perjalanan mereka akibat banjir di Pekalongan.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan bisnis serta perdagangan Indonesia–Tiongkok, khususnya di sektor consumer goods dan produk gaya hidup.
Tumbler kini bukan sekadar wadah minum, tetapi juga simbol gaya hidup dan status. Di dunia luxury goods, beberapa tumbler dibanderol dengan harga selangit.
PT Kereta Api Indonesia melakukan proses mediasi antara petugas passenger service Stasiun Rangkasbitung dan salah satu pengguna Commuter Line.
Bunyi pengumuman itu berbunyi, “Adapun barang berharga lainnya, seperti tumbler. Diimbau untuk yang membawa tumbler agar selalu menjaga barang bawaannya,”
Dalam video permintaan maaf yang beredar, keduanya mengaku sadar bahwa tindakan serta ucapan mereka telah menimbulkan kerugian bagi banyak pihak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved