Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pemakaman Alvaro Masih Tunggu Hasil Tes DNA dari RS Polri

Siti Yona Hukmana
25/11/2025 10:37
Pemakaman Alvaro Masih Tunggu Hasil Tes DNA dari RS Polri
Suasana rumah Alvaro Kiano Nugroho di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11) pagi(Metrotvnews/Siti Yona)

JENAZAH Alvaro Kiano Nugroho, korban pembunuhan ayah tirinya, Alex Iskandar, belum dimakamkan. Keluarga masih menunggu hasil tes DNA dari Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk memastikan identitas jenazah.

Informasi tersebut disampaikan oleh kakek Alvaro, Tugimin, 71, saat ditemui di kediamannya di Gang Al-Muflihun, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11) pagi. Menurut Tugimin, sampel DNA ibu Alvaro, Arumi, telah diambil pada Senin (24/11), untuk dicocokkan dengan temuan jasad.

"Jadi kita tinggal menunggu hasil keluar gitu. Baru bisa kita yakin dan kita urus untuk pemakamannya," kata Tugimin dikutip dari Metro TV, Selasa (25/11).

Tugimin mengatakan belum ada kepastian kapan hasil tersebut keluar. Namun, ia menyebut pihak kepolisian berupaya mempercepat proses pemeriksaan DNA agar keluarga segera mendapatkan kejelasan.

Keluarga telah menyiapkan lokasi pemakaman Alvaro di tanah wakaf Masjid Al-Muflihun, tidak jauh dari rumah mereka. Tugimin berharap pemakaman dilakukan di tempat yang dekat agar keluarga dapat merawat makam Alvaro dengan baik.

Sementara itu, ibu Alvaro, Arumi, telah tiba dari Malaysia pada Senin siang. Namun, pihak keluarga belum mengizinkan media melakukan wawancara karena Arumi masih sangat terpukul dan memilih beristirahat.

Alvaro dilaporkan hilang pada Kamis, 6 Maret 2025, saat bulan puasa. Ia diketahui pergi ke Masjid Al-Muflihun dan tak pernah kembali ke rumah. Keluarga kemudian melapor ke Polsek Pesanggrahan pada keesokan harinya.

Belakangan, polisi mengungkap bahwa Alvaro diculik dan dibunuh oleh ayah tirinya sendiri, Alex Iskandar. Pelaku membekap Alvaro karena korban terus menangis selama masa penculikan. Jasad Alvaro disimpan Alex selama tiga hari di garasi rumah sebelum akhirnya dibuang ke Kali Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor.

Setelah delapan bulan pencarian, investigasi polisi yang dibantu keterangan saksi dan tim K-9 akhirnya menemukan jasad Alvaro. Alex sempat berpura-pura ikut mencari korban bersama keluarga dan polisi, namun penyelidikan mengarah padanya sebagai pelaku.

Alex ditangkap dan dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan. Namun, ia tewas bunuh diri di ruang konseling setelah ditetapkan sebagai tersangka dan hendak dipindahkan ke ruang tahanan. Meski demikian, polisi menduga motif pembunuhan berhubungan dengan rasa dendam Alex kepada istrinya, Arumi, yang dituduh selingkuh saat bekerja di Malaysia. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya