Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Polda Metro Jaya merilis kronologi lengkap kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) atau AKN, yang diduga dibunuh ayah tirinya, Alex Iskandar (AI), dengan cara dibekap. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/1), menjelaskan bahwa pengakuan tersangka bermula dari aksinya menculik Alvaro.
“Tersangka membawa korban dari sebuah masjid di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saat itu korban menangis terus-menerus dan tidak berhenti, sehingga pelaku membekapnya hingga meninggal,” ujar Budi.
Setelah Alvaro meninggal, AI membungkus jenazah dengan tas plastik hitam dan membuangnya di wilayah Tenjo, Bogor.
“Lokasinya di bawah Jembatan Cilalay. Pembuangan dilakukan pada 9 Maret 2025 pada malam hari, tiga hari setelah AKN dilaporkan hilang,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, menambahkan bahwa temuan jenazah berawal dari pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kunci.
“Saksi berinisial G adalah orang yang diajak tersangka untuk mengambil bungkusan plastik tersebut. Namun saksi mengaku tidak mengetahui isinya karena pelaku mengatakan itu bangkai hewan,” kata Ardian.
Dalam rekonstruksi ulang, saksi G kemudian menunjukkan lokasi pembuangan. Dengan bantuan unit K-9 dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya, polisi akhirnya menemukan kerangka manusia yang diduga kuat merupakan AKN. Ardian juga mengungkap bahwa ayah tiri Alvaro sempat menyimpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi rumahnya.
“Jenazah sempat diletakkan di garasi depan rumah oleh tersangka. Baru tiga hari kemudian dibuang ke Tenjo,” ujarnya.
Menurut penyidik, pembunuhan terjadi pada Kamis (6/3) di rumah pelaku di Tangerang. Setelah itu, AI menyembunyikan mayat korban di garasi yang tertutup oleh mobil selama tiga hari. Pada Senin (9/3), jenazah akhirnya dibawa menggunakan mobil lalu dibuang di bawah jembatan di Tenjo, Bogor. (Ant/E-3)
Namun niat itu diurungkan lantaran tanah di lokasi terlalu keras sehingga memilih membungkus jasad Alvaro memakai plastik dan membuangnya di tumpukan sampah.
RS Polri Pastikan Ayah Tiri Alvaro Tidak Alami Kekerasan, Luka Sesuai Pola Gantung Diri
Kepolisian membenarkan bahwa tersangka pembunuhan anak laki-laki berusia enam tahun, Alvaro Kiano Nugroho, ditemukan meninggal dunia karena gantung diri.
Polres Metro Jakarta Selatan menyebutkan ayah tiri sekaligus pelaku pembunuhan anak Alvaro Kiano Nugroho (6), Alex Iskandar (AI) sempat menyimpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil.
Prima menyebut, kedua kantong tersebut tiba dengan label Mr X pada Senin (24/11) sekitar pukul 00.45 WIB. Lalu, kantong tersebut langsung masuk proses identifikasi awal.
Ibu Alvaro ungkap ayah tiri yang membunuh putranya pernah mengancam menculik sejak 2024. Pelaku juga kerap melakukan kekerasan sebelum kasus pembunuhan terjadi.
bu kandung Alvaro mengungkap sifat temperamen dan perilaku kekerasan ayah tirinya, Alex Iskandar, yang menjadi pelaku pembunuhan Alvaro.
Propam Polres Jaksel memeriksa dua polisi penjaga Alex Iskandar, tersangka pembunuhan Alvaro, yang ditemukan tewas di ruang konseling
Tersangka pembunuhan Alvaro Kiano, Alex Iskandar, ditemukan tewas diduga akibat bunuh diri di ruang konseling Polres Jaksel. Jenazahnya telah dimakamkan keluarga di Tangerang
RS Polri Pastikan Ayah Tiri Alvaro Tidak Alami Kekerasan, Luka Sesuai Pola Gantung Diri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved