Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

DPMPTSP Disebut Jadi Magnet Ekonomi Nasional, Investasi di Jakarta Tembus Rp200 Triliun

Mohamad Farhan Zhuhri
11/11/2025 10:48
DPMPTSP Disebut Jadi Magnet Ekonomi Nasional, Investasi di Jakarta Tembus Rp200 Triliun
ilustrasi.(MI)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan daya tariknya sebagai pusat investasi nasional. Sepanjang lima tahun terakhir, realisasi investasi di Ibu Kota terus menunjukkan tren positif dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 27,2 persen setiap tahun.

Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Muhammad Herizkianto mengungkapkan, hingga triwulan III tahun ini, capaian investasi Jakarta telah menembus Rp204,2 triliun, atau setara 80,06 persen dari target nasional sebesar Rp255 triliun yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI.

“Dari jumlah tersebut, kontribusi terbesar berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp131,2 triliun, menjadikan Jakarta daerah dengan capaian PMDN tertinggi di Indonesia. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp73 triliun,” ujar Herizkianto dalam keterangannya dikutip Selasa (11/11).

Ia menuturkan, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi menjadi pendorong utama pertumbuhan investasi sepanjang tahun berjalan, disusul sektor jasa lainnya serta perdagangan dan reparasi.

"Kenaikan ini menjadi bukti kuat bahwa Jakarta tetap menjadi magnet investasi, sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi nasional,” ucapnya.

Untuk memperkuat arah pengembangan investasi, DPMPTSP kini menyusun Peta Potensi Investasi Jakarta, yang memetakan sumber daya, peluang, dan keunggulan setiap wilayah kota. Dokumen tersebut menjadi panduan strategis agar arah pembangunan berbasis investasi lebih terarah dan tepat sasaran.

“Peta ini membantu Jakarta memahami potensi wilayahnya secara menyeluruh,” kata Herizkianto.

Pemprov DKI telah menetapkan enam sektor unggulan yang akan menjadi fokus pengembangan, yakni sektor kesehatan, real estate, pertanian dan perikanan, transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, serta akomodasi dan makan minum.

Menurutnya, keenam sektor ini diarahkan untuk memperkuat daya saing dan menciptakan ekosistem investasi berkelanjutan.

"Peluang investasinya meliputi pengembangan rumah sakit internasional, kawasan mixed-use dan transit oriented development (TOD), logistik digital, data center, keamanan siber, hingga destinasi ekowisata dan MICE terpadu,” paparnya. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik