Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Bentuk Tim Terpadu Usut Kasus Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Mohamad Farhan Zhuhri
08/11/2025 11:47
Bentuk Tim Terpadu Usut Kasus Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Petugas Puslabfor Polri melakukan penyelidikan tempat kejadian ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta, Jumat (7/11/2025) .(MI/Usman Iskandar)

KETUA DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta Timur yang terjadi saat pelaksanaan salat Jumat (7/11) siang. 

Ia menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa dan tenaga pendidik, bukan tempat yang menimbulkan ketakutan. “Saya bersama seluruh anggota DPRD DKI mengungkapkan keprihatinan mendalam atas terjadinya ledakan di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi para siswa, guru, dan tenaga pendidik,” ujar Khoirudin di Jakarta, Sabtu (8/11).

Ledakan yang terjadi di musala sekolah itu menimbulkan kepanikan besar di tengah kegiatan ibadah. Puluhan siswa dilaporkan mengalami luka dan tengah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit. 

Khoirudin menyebut peristiwa ini menggugah kepedulian semua pihak terhadap pentingnya keamanan dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar.

Ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta pihak sekolah untuk segera memberikan perlindungan dan perawatan menyeluruh bagi para korban. 

“Kami menegaskan agar seluruh korban, baik siswa, guru, maupun tenaga pendidikan lainnya, mendapatkan penanganan medis, trauma healing, dan rehabilitasi psikologis yang layak,” tegasnya.

Politikus PKS itu juga meminta agar Pemprov DKI membentuk tim terpadu untuk menangani dampak sosial dan psikologis dari insiden tersebut. "Penanganan pascakejadian tak cukup dengan penyembuhan fisik, tetapi juga perlu memastikan ketenangan batin dan rasa aman bagi seluruh siswa,” ujarnya.

DPRD DKI pun akan terus mengawal proses pemulihan korban dan memastikan layanan kesehatan serta bantuan sosial diberikan secara maksimal. 

“Sekolah harus kembali menjadi tempat yang nyaman untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi. Tragedi ini jangan sampai terulang,” tutup Khoirudin. (Far/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya