Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) berkomitmen melakukan pemangkasan ranting atau penopingan di seluruh wilayah ibu kota selama musim hujan berlangsung.
“Akan dilakukan jam 10.00 WIB sampai dengan jam 02.00 WIB sore setiap hari agar tidak mengganggu traffic lalu lintas yang ada di Jakarta,” tegas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dikutip Antara, Jumat (31/10).
Pramono menjelaskan, pohon-pohon yang sudah tidak sehat akan segera dipangkas untuk mencegah risiko tumbang saat hujan deras dan angin kencang. Ia juga telah menginstruksikan Kepala Distamhut DKI untuk menindaklanjuti laporan warga terkait pohon yang dianggap berisiko.
Selain itu, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) saat diperlukan.
“Budget-nya sudah kita siapkan karena memang ada kemungkinan 25 hari ke depan ini beberapa kali akan terjadi anomali dan cuaca ekstrem,” kata Pramono.
Pemerintah juga gencar menyampaikan informasi prakiraan cuaca dan potensi cuaca ekstrem melalui berbagai kanal media agar masyarakat tetap waspada.
Menurut Pramono, dalam beberapa hari terakhir Jakarta kerap diguyur hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai wilayah.
“Yang tumbang 10 di lokasi, yaitu di Jakarta Pusat satu, dua di Jakarta Selatan, dan tujuh di Jakarta Timur. Ada 10 pohon yang tumbang,” jelas Pramono.
Akibat kejadian tersebut, tujuh kendaraan roda empat, dua kios, dan satu pos warga mengalami kerusakan. Selain itu, dua kabel listrik, satu tiang rambu jalan, atap SD Negeri 04 Dukuh, satu kabel internet, dan satu kandang kambing juga terdampak. (Ant/P-4)
BMKG telah mengeluarkan peringatan mengenai peningkatan intensitas hujan, potensi angin kencang, serta hujan ekstrem
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
TIANG-tiang beton maupun besi bekas proyek Monorel Jakarta yang mangkrak masih berdiri sejak 21 Tahun silam. Tiang monorel tersebut berdiri kaki di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Warga juga diharapkan untuk tetap memantau kanal informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.
Puluhan tiang beton yang terlanjur berdiri akhirnya mangkrak selama belasan tahun, berubah menjadi besi tua.
Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari ini, Rabu (14/1).
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved