Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Jakarta menghadapi krisis serius terkait menipisnya lahan pemakaman. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa persoalan ini bukanlah hal baru bagi kota besar seperti Jakarta, namun dampaknya kini semakin nyata.
“Ini adalah problem riil yang dihadapi oleh kota besar seperti Jakarta, dan saya sampaikan apa adanya,” ujar Pramono di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Kamis (23/10).
Kondisi ini semakin memburuk mengingat Jakarta memiliki lebih dari 80 tempat pemakaman umum (TPU), namun 69 di antaranya sudah penuh. Pramono mengungkapkan bahwa TPU yang sudah penuh kini hanya menerima makam tumpang, di mana makam baru dibangun di atas makam lama. Meskipun solusi sementara ini efektif, ia tetap mengakui bahwa ini bukanlah jangka panjang yang ideal.
"Sekarang ini, tinggal sekitar 11 TPU yang masih memiliki kapasitas untuk pemakaman baru," kata Pramono. Beberapa TPU yang masih dapat menampung pemakaman berada di Jakarta Timur (TPU Rawa Terate, TPU Cipayung, dan lainnya), Jakarta Utara (TPU Rorotan), Jakarta Selatan (TPU Tanah Kusir, TPU Srengseng Sawah, dll), serta Jakarta Barat (TPU Tegal Alur dan Pengadungan).
Namun, dengan semakin terbatasnya lahan yang ada, Pramono telah memerintahkan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) untuk mencari solusi jangka panjang. Salah satu opsi yang diusulkan adalah pembangunan TPU bertingkat yang dinilai dapat mengatasi keterbatasan ruang.
"Ada usulan untuk membuat makam bertingkat, ini sedang kami kaji. Namun, belum menjadi keputusan akhir," kata Pramono. Selain itu, beberapa pihak juga mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta memperluas area pemakaman dengan membangun TPU di luar Jakarta.
Namun, meski berbagai opsi sedang dipertimbangkan, masalah lahan pemakaman di Jakarta semakin mendesak. Seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk, krisis ruang pemakaman ini mengharuskan pemerintah Jakarta untuk segera bertindak lebih cepat. Dalam waktu dekat, Pramono berharap solusi dari Dinas Pertamanan bisa terwujud, untuk menghindari dampak sosial yang lebih besar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
TIANG-tiang beton maupun besi bekas proyek Monorel Jakarta yang mangkrak masih berdiri sejak 21 Tahun silam. Tiang monorel tersebut berdiri kaki di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Warga juga diharapkan untuk tetap memantau kanal informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.
Puluhan tiang beton yang terlanjur berdiri akhirnya mangkrak selama belasan tahun, berubah menjadi besi tua.
Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari ini, Rabu (14/1).
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna menilai persoalan ini sudah berlangsung lama dan tidak kunjung terselesaikan karena kurangnya koordinasi antarinstansi.
Pemprov) Banten menyatakan siap bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta mengatasi krisis lahan pemakaman yang kian mendesak di Ibu Kota.
krisis lahan pemakaman di Jakarta dinilai akibat perencanaan tata ruang yang tidak berorientasi pada kebutuhan sosial masyarakat. Pemprov DKI diminta revitalisasi lahan pemakaman lama
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyiapkan lokasi atau lahan baru untuk mengatasi keterbatasan tempat pemakaman umum (TPU) di Ibu Kota.
RK ingin menambah lahan pemakaman jika dirinya menang dalam Pilkada DKI Jakarta 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved