Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung akan menyediakan lokasi atau fasilitas publik milik pemerintah pusat untuk para pekerja gen-z yang menerapkan tren gig ekonomi.
Gig ekonomi adalah pola kerja berbasis proyek atau tugas jangka pendek di mana pekerja tidak terikat kontrak jangka panjang dengan satu perusahaan, melainkan bekerja secara fleksibel untuk berbagai pihak sesuai kebutuhan.
Pramono menjelaskan, penerapan lokasi ini sejalan dengan rencana dirinya membangun hunian mixed-use. Adapun untuk saat ini, hunian mixed-use akan digunakan untuk lokasi co-working space.
"Kalau yang untuk mixed use itu untuk co-working space sama yang namanya gig ekonomi. Gig ekonomi ini sekarang lagi jadi tren dunia," ujarnya kepada awak media di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/9).
Ia mengatakan, pihaknya memberikan kesempatan untuk para pekerja gen-z yang menerapkan cara kerja baru itu untuk bisa menggunakan fasilitas publik yang dimiliki oleh pemerintah.
"Dan dalam hal ini pemerintah Jakarta akan mempersiapkan itu," bebernya.
Sebagai informasi, Gig economy menantang model kerja tradisional. Banyak anak muda kini tidak lagi bekerja dari gedung perkantoran, melainkan dari kafe, co-working space, atau bahkan dari rumah.
Akibatnya, konsep hunian pun mengalami redefinisi. Rumah tidak lagi dilihat sebagai aset permanen atau simbol kemapanan. Bagi pekerja lepas dan kreatif, hunian adalah tempat yang harus mobile, efisien, mendukung produktivitas, dan bebas dari komitmen jangka panjang. (Far/P-3)
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Studi terbaru mengungkap tren unik Gen Z yang melibatkan orangtua dalam proses rekrutmen. Pakar peringatkan risiko "red flag" bagi karier dan kesehatan mental.
Faktor seperti desain yang instagrammable, konektivitas smartphone yang mulus, efisiensi bahan bakar, hingga harga yang kompetitif menjadi penentu utama.
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved