Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG anak berinisial MK, 7, yang diduga disiksa orangtuanya dan ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, mengaku pernah dibakar hingga dibacok oleh ayah kandungnya.
Pengakuan itu MK sampaikan kepada petugas Satpol PP, yakni Eko Iswahyudi dan Muhidin, saat menemukannya dalam kondisi penuh luka dan kurang gizi di Pasar Kebayoran Lama, pada Rabu (11/6).
Salah satu petugas Satpol PP Kebayoran Lama, Eko Iswahyudi, menceritakan penemuan bocah yang kala itu dalam keadaan lemas dan terlantar.
Petugas langsung membawa korban ke Puskesmas Cipulir 2 untuk mendapatkan perawatan medis.
Petugas Puskesmas pun menemukan sejumlah bekas luka yang mengering di tubuh korban. Bahkan ada luka bacokan di kaki korban sepanjang 6 sentimeter.
“Saat ditemukan, kondisinya lemas. Setelah kami angkat dan bawa ke puskesmas, baru terlihat luka-lukanya. Ada luka bacok di kaki sekitar 5–6 sentimeter, matanya lebam biru, katanya akibat ditonjok,” ujar Eko.
Kepada petugas, MK mengaku menjadi korban kekerasan oleh ayah kandungnya yang disebut berinisial YA. Ia juga mengatakan bahwa ibunya berinisial S telah meninggal dunia.
Bahkan korban mengaku pernah dibakar di sawah oleh ayahnya hingga dibacok lantaran menolak makan nasi basi.
“Anak itu cerita, ayahnya kejam. Pernah dibakar di sawah, lalu disiksa lagi meskipun sempat diobati. Bahkan, sempat diberi makan nasi basi. Ketika dia menolak, kakinya dibacok,” tutur Eko.
Menurut keterangan petugas medis, korban mengalami luka serius, termasuk tulang yang tampak menonjol akibat diduga dipelintir dan patah sejak lama.
Luka tersebut baru diketahui setelah pakaian korban dibuka saat pemeriksaan di puskesmas.
“Petugas medis yang memeriksa bilang itu bekas patah tulang yang sudah lama, warnanya menghitam. Dan luka-luka itu memang baru terlihat setelah bajunya dibuka,” jelas Eko.
Korban juga mengaku hanya diberi makan sesendok nasi setiap hari oleh ayahnya. Saat ini, informasi yang disampaikan oleh korban sedang didalami oleh pihak berwenang.
Pihak Satpol PP juga telah berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut. (Fik/P-2)
Satpol PP telah mengevakuasi seorang anak yang diduga disiksa oleh orangtuanya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (11/6).
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved