Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hebat yang melanda kawasan Kapuk Muara pada Jumat (6/6) kemarin, meninggalkan duka mendalam bagi para korban. Akibat terbatasnya fasilitas pengungsian, sejumlah warga harus rela bermalam di kandang kambing demi mendapatkan tempat berlindung sementara.
Hingga Minggu, 8 Juni 2025, tercatat sebanyak 1.900 jiwa terdampak bencana ini dan kini menghuni 13 tenda darurat yang telah disiapkan pihak berwenang. Namun, kapasitas tenda yang terbatas membuat sebagian warga tidak mendapat tempat.
Salah satu korban, Soleha, menceritakan kondisi yang dialaminya. Sejak malam kejadian, ia bersama suami dan dua anaknya tidur di kandang kambing yang kosong milik pemilik kontrakan tempat mereka dulu tinggal.
"Karena sudah tidak ada tempat lagi, kami akhirnya terpaksa tidur di kandang kambing. Tempat pengungsian sudah penuh semua," ungkap Soleha.
Kandang tersebut diketahui milik seorang pemilik kontrakan yang biasa menggunakannya menjelang Idul Adha. Soleha menyatakan bahwa pemilik kandang memberikan izin karena memahami situasi para korban.
"Kebetulan ada ruang kosong, jadi kami manfaatkan. Lokasinya juga tidak jauh, jadi lebih mudah untuk kami akses. Pemilik kandang juga tidur di sana, beralaskan tikar," lanjutnya.
Peristiwa ini menyoroti kurangnya infrastruktur pengungsian dalam menghadapi bencana besar di permukiman padat penduduk. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan tidak memiliki alternatif selain berteduh di lokasi yang tidak layak.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah cepat untuk menambah jumlah tenda dan memperbaiki kualitas tempat penampungan demi memastikan para korban mendapatkan hak dasar atas tempat tinggal yang aman dan manusiawi. (Z-10)
Kebakaran yang terjadi di RT 17 RW 4 Kapuk Muara ini menghanguskan setidaknya 480 bangunan, dan berdampak pada lebih dari 3.200 jiwa dari sekitar 800 kepala keluarga (KK).
Program 1 RT 1 alat pemadam api ringan (APAR) yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tidak efektif.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sudah mendapatkan laporan soal peristiwa kebakaran hebat yang terjadi di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (6/6).
Kepolisian masih terus mendalami penyebab kebakaran hebat yang melanda permukiman padat penduduk di kawasan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat (6/6).
Petugas terus berjaga dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan para pengungsi.
Bukan saja saat malam tiba, tapi pada siang hari pun nyamuk memenuhi sudut-sudut ruangan tenda pengungsian dan kamar.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
BMKG memberi peringatan dini cuaca ekstrem dan. peningkatan curah hujan yang diprakirakan mencapai lebih dari 400mm hingga Februari mendatang.
Selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
Para pengungsi kini dihantui risiko penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan hunian yang padat.
PARA korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat memerlukan berbagai bentuk dukungan sosial agar dapat pulih secara emosional maupun fisik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved