Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap ada temuan kemasan menggunakan label MinyaKita palsu. Jenderal polisi bintang empat itu memastikan akan memproses hukum produsen dan pihak yang terlibat.
Meski demikian, Kapolri belum mau merinci lokasi penemuan MinyaKita tidak sesuai takaran dan menggunakan label MinyaKita palsu itu. Menurutnya akan dirilis oleh Satgas Pangan Polri
"Nanti akan dirilis secara resmi oleh Satgas," kata Listyo di Gedung STIK-PTIK, Jakarta Selatan, Senin (10/3)
Listyo juga memastikan akan menindak tegas produsen yang mengurangi takaran MinyaKita kemasan botol 1 liter. Polri telah terjun ke tiga lokasi menyusul adanya praktik curang takaran MinyaKita.
"Kemarin kami turun ke tiga lokasi, saat ini sedang kita lakukan pendalaman dan kemungkinan akan kita lakukan penegakan hukum, karena memang ada yang kita dapati dia isinya tidak sesuai kemasan yang 1 liter,," kata Kapolri.
Sebelumnya, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama Satgas Pangan Kepolisian melakukan sidak di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu 8 Maret 2025. Dalam sidak, Mentan memukan beberapa kemasan botol MinyaKita ukuran 1 liter yang tidak sesuai dengan yang tertera di botol.
Saat dilakukan pengecekan ternyata hanya berisi 750 ml hingga 800 ml minyak goreng. Padahal keterangan dalam kemasan botol menyebutkan berisi 1 liter.
"Isinya tidak cukup 1 liter hanya 750 sampai 800 ml," jelas Mentan usai sidak Pasar Lenteng Agung.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Menteri Pertanian akan melakukan penindakan tegas kepada produsen MinyaKita yang menjual minyak goreng tidak sesuai takaran. Apabila terbukti melakukan praktik kecurangan, maka pihaknya akan menutup produksinya secara permanen.
"Jadi kami minta PT Artha Eka Global Asia diproses, kalau terbukti ditutup," tegas Mentan.
Selain menemukan ukuran MinyaKita yang tak sesuai takaran, Menteri Pertanian juga menemukan MinyaKita yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET). MinyaKita yang seharusnya dijual Rp15.700/liter, namun di pasaran MinyaKita dijual dengan harga Rp18.000/liter.
"Kami temukan MinyaKita dijual di atas HET yang seharusnya Rp15.700, tapi dijual Rp18.000," ungkap Amran. (P-4)
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Harga telur ayam semula Rp 31.500 menjadi Rp29 ribu, normalnya Rp 26 ribu perkg, bawang merah Rp 43 ribu, bawang putih Rp40 ribu, cabai rawit merah Rp 54 ribu, cabai keriting Rp 62 ribu.
Harga rata-rata cabai rawit merah kini berada di level Rp53.900 per kilogram, turun jauh dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru
DIREKTORAT Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyita ribuan liter MinyaKita tidak sesuai takaran di Depok.
JAJARAN Satuan Reserse Polres Bogor membongkar tempat memproduksi MinyaKita palsu yang beromset ratusan juta per bulan di Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved