Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Irjen Karyoto meminta para perwira untuk mengawasi anggotanya saat pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2025 di Jadetabek. Oknum nakal yang melakukan pungutan liat bakal langsung ditindak.
"Setiap tindakan para perwira yang bertanggung jawab harus senantiasa mengoreksi apa yang sudah dilakukan oleh anggota-anggotanya di lapangan," kata Irjen Karyoto, dikutip Selasa (11/2).
Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman meminta masyarakat untuk sama-sama mengawasi anggota yang bertugas. Dia meminta masyarakat segera melapor jika ditemukan oknum nakal. Latif menegaskan pihaknya akan langsung melakukan penindakan.
"Silahkan, masyarakat sudah saya sampaikan di sini, berarti silahkan masyarakat juga untuk bisa mengoreksi kami. Kami sangat terbuka. Apabila ada anggota kami yang melakukan hal-hal di luar ketentuan, silahkan lapor ke kami, ataupun silahkan langsung kritik kami. Kami sangat terbuka. Bisa (langsung ditindak)," kata Latif.
Latif menyebut target utama Operasi Keselamatan Jaya untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya tertib berlalu lintas. Selain itu, kegiatan dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas buntut pelanggaran yang dilakukan.
"Ini yang akan kita lakukan sehingga pelaksanaan operasi keselamatan bisa berjalan lancar dan mendukung pelaksanaan operasi ketupat nanti yang lebih besar lagi," imbuhnya.
Sebagai informasi, Operasi Keselamatan Jaya ini akan digelar selama dua pekan lamanya, terhitung sejak tanggal 10-23 Februari 2025. Ada 1.675 personel gabungan yang dikerahkan dalam operasi. (Fik/I-2)
Polisi mengungkap motif pembunuhan cucu Mpok Nori di Jakarta Timur. Pelaku, suami siri WNA asal Irak, nekat membunuh karena cemburu.
Polda Metro Jaya mengerahkan 1.810 personel dan menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional untuk mengamankan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Jakarta.
Menurut dia, proses penegakan hukum atas kasus ini yang ditangani Polda Metro Jaya merupakan langkah positif.
Kontras mendesak pembentukan TGPF untuk mengusut tuntas serangan sistematis terhadap Andrie Yunus dan membongkar aktor intelektual di balik teror ini.
Polisi mengungkap jejak pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Rekaman CCTV menunjukkan aksi dilakukan secara terencana sejak awal.
Polda Metro Jaya identifikasi dua terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, BHC dan MAK. Polisi sebut total pelaku diduga lebih dari 4 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved