Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta terpilih Pramono Anung akan merombak seluruh gapura perbatasan wilayah di Jakarta usai dilantik menjadi kepala daerah.
Pramono mengatakan, gapura perbatasan wilayah itu akan dibangun ulang dengan menambahkan ornamen Betawi.
"Nanti saya akan rombakkan gapura batas kota, batas kecamatan. Harus ada ornamen Betawinya," kata Pramono dalam acara penganugerahan gelar kehormatan adat Betawi di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (1/2).
Pramono berujar akan memanggil arsitektur dan desain interior terbaik di Jakarta untuk mendesain gapura-gapura itu.
Pasalnya, politisi PDIP ini menilai gapura-gapura di Jakarta tak memiliki identitas yang jelas. Oleh karena itu, dia akan merombak total penanda batas wilayah tersebut.
"Nggak bisa seperti ini. Nggak boleh setengah-setengah. Begitu saya masuk, saya sudah memanggil arsitektur, desain interior Betawi yang paling top markotop se-Jakarta," ujar Pramono.
"Saya bilang warnanya harus Betawi. Sekarang warnanya tanggung, Betawi kagak, nasional kagak. Saya ingin memberikan warna Betawi yang sebenar-benarnya," pungkasnya. (Far)
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Gapura miniatur Candi Bentar mengandung paradoks, yakni megah secara visual tetapi hampa manfaat bagi masyarakat.
Proyek bernilai miliaran rupiah ini dianggap tidak mencerminkan prioritas kebutuhan publik dan menyimpang dari arah kebijakan pelestarian budaya.
Proyek tersebut justru menunjukkan ketimpangan antara prioritas anggaran dan kebutuhan riil warga. Dari perspektif politik anggaran, proyek tersebut memang layak dikritisi.
Pramono Anung menyatakan bakal merombak gapura batas kota hingga kecamatan yang ada Jakarta agar lebih memperlihatkan nuansa Betawi dan mewajibkan pemakaian ornamen Betawi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved