Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menangkap MB, 20, seorang pria yang menganiaya pacarnya berinisial A, 20, dengan cara dicekik dan dibanting di dalam lift hotel di kawasan Jakarta Barat saat acara wisuda.
"Terlapor MB sudah diamankan oleh rekan-rekan Polsek Cengkareng," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (20/8).
Meski begitu, Ade belum menjelaskan lebih jelas terkait waktu dan lokasi penangkapan terhadap pelaku penganiayaan tersebut. Dia hanya menyebut saat ini pelaku masih dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui peristiwa hingga motif penganiayaan tersebut.
Baca juga : Dua Remaja Menjadi Korban Pengeroyokan di Palmerah Jakbar, Satu Korban Meninggal
"Selanjutnya dilakukan pengembangan pemeriksaan, bagaimana cara dia melakukan penganiayaan, apa motifnya, latar belakangnya, kronologinya ini sedang dilakukan pendalaman," ujarnya.
Ade juga mengimbau kepada siapapun yang tengah mempunyai masalah untuk tidak melakukan tindakan yang memenuhi unsur pidana apalagi sampai merugikan orang lain.
"Kami mengimbau tolong dalam menyelesaikan permasalahan, diselesaikan dengan baik tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum atau merugikan orang lain. Kasus ini akan diproses secara tuntas sesuai dengan SOP yang berlaku," tuturnya.
Baca juga : Polisi: Sopir Taksi Daring Aniaya Penumpang tidak Lakukan Pelecehan Seksual
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi penganiayaan yang dilakukan di sebuah lift hotel di kawasan Jakarta Barat. Dari video rekaman CCTV yang diunggah salah satu akun Instagram terlihat seorang wanita yang dicekik hingga dibanting oleh seorang pria.
Akun itu menyebut jika wanita dan pria ini merupakan sepasang kekasih. Terlihat, aksinya dilakukan saat pintu lift tertutup. Pihak kepolisian kemudian bergerak untuk melakukan penyelidikan soal aksi penganiayaan tersebut. Dari penyelidikan polisi diketahui aksi penganiayaan itu terjadi pada Selasa (11/6) lalu. "Korban inisial A usia 20 tahun, pelaku inisial MB, 20 tahun," kata Kapolsek Cengkareng Komisaris Hasoloan Situmorang dalam keterangannya, Senin (19/8).
Hasoloan mengatakan, awalnya pelaku dan korban datang ke lokasi untuk menghadiri acara wisuda adik pelaku. Namun, dalam acara tersebut diduga korban tersinggung hingga meminta untuk pulang dari acara tersebut. "Dalam kegiatan tersebut ada pembicaraan dari pelaku yang membuat korban tersinggung sehingga korban mengajak pelaku pulang," ungkapnya.
Karena hal tersebut, diduga pelaku kesal hingga mencekik dan membanting korban ketika berada di dalam lift hotel itu. "Pada saat di lift pelaku melakukan kekerasan fisik terhadap korban," tuturnya. (J-2)
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
Video viral pria gendong diduga mayat di Tambora ternyata biawak 1,7 meter. Simak penjelasan Polsek Tambora dan alasan pria tersebut jalan kaki.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
KEPALA Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum buka suara soal banjir yang mengepung area Flyover Pesing di Jakarta Barat.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Pentingnya menjaga keamanan dan ketenangan di lingkungan masyarakat, terutama di ruang-ruang publik seperti sekolah.
Tersangka kesal terhadap kakak dari ibu korban yang tak merestui hubungannya dengan ibu korban. Diketahui, ibu korban merupakan pacar tersangka.
SEORANG ibu bernama Nadia dan anaknya yang masih berusia 1 tahun menjadi korban penyekapan. Mereka disekap di sebuah kandang anjing di kawasan Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka.
Polisi menepis isu soal motif remaja MAS, 14, membunuh ayah dan neneknya serta melukai ibunya sendiri karena dipaksa belajar. Hingga saat ini polisi masih mendalami motif tersebut.
Polisi mengungkap sejumlah fakta berdasarkan hasil investigasi terkait penembakan terhadap Gamma Rizkynata Oktafandy, seorang siswa SMKN 4 Semarang yang dilakukan Aipda Robig Zaenudin,
POLISI mengungkap motif penembakan terhadap Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ryanto Ulil Anshar oleh Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved