Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA MPR Ahmad Muzani menilai ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta sebagai peristiwa yang mengejutkan sekaligus sangat memprihatinkan. Ia menekankan bahwa kejadian tersebut tidak seharusnya terjadi di lingkungan pendidikan yang semestinya menjadi tempat aman bagi siswa dan tenaga pendidik.
“Ya, ini kejadian yang sangat mengejutkan, tapi juga sangat memprihatinkan. Karena kejadian ini terjadi di tengah-tengah dunia pendidikan. Kejadian yang sangat mengagetkan kita,” ujar Muzani di Jakarta, Jumat (7/11).
Muzani berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas penyebab ledakan tersebut dan mengungkap motif di balik peristiwa itu. Menurutnya, jika insiden itu mengarah pada tindakan teror, maka hal tersebut merupakan ancaman serius terhadap keamanan masyarakat.
“Kami berharap aparat kepolisian bisa segera mengungkap motif dari kejadian ini. Kalau kejadian ini bagian dari teror, apalagi mengarah pada teroris, ini sesuatu yang sangat serius. Dan menjadi peringatan bagi kita semua,” tegasnya.
Namun, ia juga menilai bahwa jika ledakan tersebut merupakan kecelakaan, maka tetap perlu dilakukan evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terulang.
“Kalau kejadian ini adalah insiden atau kecelakaan, saya kira ini juga menjadi pelajaran penting bagi kita, kenapa hal itu bisa sampai terjadi di tengah dunia pendidikan kita. Karena ini mengancam keselamatan banyak nyawa, dan telah menyebabkan banyak korban luka yang bisa saja menimpa siapa pun,” jelas Muzani.
Muzani menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketenangan di lingkungan masyarakat, terutama di ruang-ruang publik seperti sekolah. “Keamanan dan ketenangan dalam kehidupan kita harus tetap terjamin sepanjang masa, supaya kehidupan kita tetap tenang dan rukun,” ujarnya.
Diketahui, ledakan terjadi di SMA 72 Jakarta Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara saat khotbah salat Jumat. "Pas sedang khotbah ya," kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Asep Edi Suheri.
Ledakan diduga kuat berasal dari kawasan sekitar masjid. Namun, hingga kini asal ledakan masih didalami. Sejauh ini, total ada puluhan korban dalam kejadian tersebut. Mereka dilarikan ke RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat. "Masih didalami, ini kan baru kejadian, sedang didalami," katanya. (Faj/P-2)
SEBUAH ledakan hebat mengguncang pabrik baja di wilayah utara Tiongkok pada Minggu (18/1), menewaskan sedikitnya dua orang. Insiden tersebut juga menyebabkan puluhan orang terluka.
TIM SAR gabungan dari TNI dan Basarnas kini memusatkan pencarian di kawasan pegunungan kars, Kecamatan Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Sebuah ledakan gas meruntuhkan gedung panti jompo Silver Lake di Pennsylvania. Petugas berjibaku menyelamatkan penghuni di tengah kobaran api.
Meski menyebabkan kerusakan signifikan pada plafon dan atap bangunan, dipastikan tidak ada korban jiwa
Bangunan hancur akibat ledakan di Desa Tahunan Baru, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
Plastik digunakan sebagai pembungkus struktur peledak, sementara paku digunakan untuk memberikan dampak kerusakan ledakan.
Tersangka kesal terhadap kakak dari ibu korban yang tak merestui hubungannya dengan ibu korban. Diketahui, ibu korban merupakan pacar tersangka.
SEORANG ibu bernama Nadia dan anaknya yang masih berusia 1 tahun menjadi korban penyekapan. Mereka disekap di sebuah kandang anjing di kawasan Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka.
Polisi menepis isu soal motif remaja MAS, 14, membunuh ayah dan neneknya serta melukai ibunya sendiri karena dipaksa belajar. Hingga saat ini polisi masih mendalami motif tersebut.
Polisi mengungkap sejumlah fakta berdasarkan hasil investigasi terkait penembakan terhadap Gamma Rizkynata Oktafandy, seorang siswa SMKN 4 Semarang yang dilakukan Aipda Robig Zaenudin,
POLISI mengungkap motif penembakan terhadap Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ryanto Ulil Anshar oleh Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved