Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEDOTAN air tanah di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) terus terjadi serta makin sulit dihindari. Jika tidak dikendalikan, Depok terancam tenggelam.
Badan Keuangan Daerah atau BKD Kota Depok mencatat ada ratusan gedung dan bangunan tinggi serta usaha-usaha yang berdiri di beberapa kawasan menggunakan air tanah. Seperti Apartemen, Hotel, Pabrik, Minimarket, Alfamart, Alfamidi, Ruko, Bengkel Cucian Mobil dan Cucian Motor.
Ratusan gedung dan bangunan tinggi serta usaha -usaha ini melakukan penggunaan berlebihan atau over extraction air tanah.
Baca juga : Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Kali Krukut Depok
Penyedotan air tanah berlebihan ini menjadi salah satu pemicu utama penurunan muka tanah akibat air tetes demi tetes mengalir di bawah tanah Kota Depok.
Fenomena banyaknya gedung dan bangunan tinggi serta usaha -usaha menggunakan sumur bor di Kota Depok, Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Asasta Kota Depok mengundang sejumlah pihak untuk mendiskusikan hal tersebut.
Sejumlah pihak yang diundang yakni Kepala Balai Konservasi Air Tanah Kementerian ESDM, Janner Rahmat Sudianto Nababan, Perwakilan Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Ishadi Citra Kusnanto, Kepala Bidang Pajak Daerah 1 Pada Badan Keuangan Daerah Kota Depok, Yuli Puspita Anggraini, Factory Manager PT. YKK Zipper Indonesia, Kristanta Budi Utama, serta jajaran Direksi dan Dewan Komisaris PDAM Tirta Asasta setempat.
Baca juga : Pulang Silaturahmi, Kakak Adik di Depok Tewas Terseret Banjir
PDAM Tirta Asasta Kota Depok, yang merupakan perusahaan yang berkecimpung dalam penyediaan dan konservasi air tanah dan pihak-pihak yang berkompeten mendiskusikan tantangan dan solusi terkait konservasi air tanah, serta untuk menggalang dukungan pengendalian penggunaan air tanah.
Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok Muhammad Olik Abdul Holik mengatakan saat ini, PDAM Tirta Asasta Kota Depok terus berupaya memperluas potensi pelanggan non domestik dengan menawarkan solusi yang efisien dan ramah lingkungan, sesuai dengan kebutuhan industri modern.
"Kami berharap PDAM Tirta Asasta Kota Depok dapat bertukar pandangan dan pengalaman dengan para pemangku kepentingan untuk menciptakan langkah-langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air tanah di Kota Depok," katanya, Kamis (18/7).
Baca juga : Program Air Pipa Bisa Cegah Jakarta Tenggelam
PDAM Tirta Asasta Kota Depok, lanjut dia, saat ini melayani total 2.155 pelanggan non domestik di berbagai sektor industri, meningkat dari sebelumnya 2.109 di akhir tahun 2023 dan 1.952 pada akhir 2022.
"Angka ini menunjukkan pertumbuhan dari waktu ke waktu. Meskipun menunjukkan pertumbuhan, namun angka tersebut sebenarnya baru 10% dari potensi pelanggan non domestik yang diharapkan bergabung menjadi pelanggan PDAM Tirta Asasta Kota Depok," paparnya.
"Kami percaya bahwa konservasi air tanah adalah tanggung jawab bersama, dan kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memberikan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat dan industri," tutupnya.
(Z-9)
Seorang remaja berinisial J (19) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam banjir
SEORANG pekerja perusahaan sawit bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33) tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Total delapan santriwati terseret arus Sungai Lusi saat hendak mencari kerang setelah mengunjungi rumah ustaz di bantaran sungai.
TIGA orang santriwati yang terseret arus sungai Lusi di Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditemukan tewas akibat tenggelam.
Proses evakuasi berlangsung cepat serta terkoordinasi dengan baik.
Pola konsumsi air tanah di Pulau Jawa sudah melampaui batas keberlanjutan. Ia menyoroti fenomena ini bukan lagi sekadar pemanfaatan biasa.
Sinkhole adalah lubang amblas akibat runtuhnya tanah di atas rongga bawah permukaan. Kenali penyebab, tanda awal, bahaya, dan mitigasinya + contoh kasus Limapuluh Kota 2026.
Citra satelit menunjukkan Bumi lebih hijau sejak 1980-an, namun studi terbaru mengungkap paradoks penghijauan global.
Dari hasil pemeriksaan, terdapat indikasi penggunaan air tanah untuk kebutuhan produksi.
Pengambilan air tanah secara berlebihan menyebabkan pergeseran sumbu rotasi Bumi sekitar 80 sentimeter, selama 20 tahun terakhir.
Swasembada pangan merupakan kemampuan dalam produksi dan pengelolaan pangan secara mandiri. Kemampuan ini dapat didukung oleh pemanfaatan metode geolistrik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved