Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Apa Itu Sinkhole? Penyebab, Tanda-Tanda, Bahaya, dan Cara Mitigasi

 Gana Buana
09/1/2026 18:03
Apa Itu Sinkhole? Penyebab, Tanda-Tanda, Bahaya, dan Cara Mitigasi
Sinkhole adalah lubang amblas akibat runtuhnya tanah di atas rongga bawah permukaan.(Freepik)

SINKHOLE adalah lubang amblas yang muncul ketika tanah di permukaan runtuh ke rongga di bawahnya. Artikel ini membahas definisi, penyebab, tanda awal, risiko, dan mitigasi, serta menutup dengan contoh kasus sinkhole di Limapuluh Kota, Sumatra Barat awal 2026 ini.

Apa Itu Sinkhole?

Sinkhole adalah lubang atau amblesan tanah yang terbentuk ketika permukaan tanah turun atau runtuh ke dalam rongga bawah permukaan. Fenomena ini bisa terjadi bertahap (ambles pelan) atau mendadak (runtuh cepat), dan ukurannya bisa mulai dari kecil hingga puluhan meter.

Secara sederhana, ada ruang kosong di bawah tanah, lalu “atapnya” melemah, akhirnya permukaan di atasnya jatuh ke bawah.

Bagaimana Sinkhole Terbentuk?

Proses terbentuknya sinkhole umumnya melalui rangkaian berikut:

  • Terbentuk rongga/kanal di bawah tanah

Rongga bisa terbentuk karena pelarutan batuan (misalnya batu kapur) atau pengikisan material tanah oleh aliran air bawah permukaan.

  • Lapisan penutup (tanah di atas rongga) melemah

Seiring waktu, tanah penutup kehilangan kekuatan dan tidak mampu lagi menahan beban.

  • Terjadi amblesan atau runtuhan

Permukaan tanah amblas, membentuk lubang/depresi yang bisa melebar.

Penyebab Sinkhole yang Paling Umum

Berikut penyebab sinkhole yang paling sering ditemukan di berbagai kasus:

1) Kondisi geologi (misalnya karst/batuan mudah larut)

Di area batuan tertentu, terutama yang mudah larut, air dapat “menggerus” dan membuat rongga bawah tanah.

2) Air bawah tanah dan drainase

Perubahan aliran air bawah permukaan dapat mengikis material halus dan membentuk saluran/terowongan kecil yang membesar dari waktu ke waktu.

3) Hujan ekstrem atau perubahan cuaca

Curah hujan tinggi dapat meningkatkan infiltrasi air, mempercepat pengikisan/pelarutan bawah permukaan.

4) Aktivitas manusia

Misalnya:

  • pengambilan air tanah berlebihan (menurunkan muka air tanah),
  • kebocoran pipa/irigasi,
  • pekerjaan galian/konstruksi,
  • penambangan.

Jenis-Jenis Sinkhole

  1. Dissolution sinkhole: terbentuk perlahan karena pelarutan batuan di bawah permukaan.
  2. Cover-subsidence sinkhole: ambles bertahap pada tanah penutup berbutir (misalnya pasir).
  3. Cover-collapse sinkhole: runtuh mendadak; biasanya paling berbahaya karena terjadi tiba-tiba.

Tanda-Tanda Awal Sinkhole yang Perlu Diwaspadai

Sinkhole tidak selalu memberi tanda, tetapi beberapa sinyal berikut sering muncul sebelum kejadian membesar:

  • retakan baru pada tanah, dinding, atau lantai,
  • permukaan tanah terlihat turun/tidak rata,
  • pintu/jendela mendadak seret (struktur berubah),
  • genangan air muncul di lokasi tak biasa,
  • aliran air sumur berubah (keruh/berkurang) secara tidak wajar.

Jika tanda-tanda ini muncul di area rawan, sebaiknya segera laporkan ke aparat desa/BPBD setempat.

Bahaya Sinkhole

Dampaknya bisa serius, terutama bila terjadi dekat permukiman atau infrastruktur:

  • kerusakan rumah, jalan, jembatan, jaringan pipa,
  • risiko cedera/korban jiwa jika runtuh mendadak,
  • gangguan lahan pertanian (irigasi, produktivitas, akses).

Mitigasi Sinkhole: Apa yang Bisa Dilakukan?

Mitigasi yang realistis biasanya mencakup kombinasi langkah teknis dan sosial:

  1. Pemetaan area rawan (berbasis kajian geologi & riwayat kejadian).
  2. Pengelolaan air: perbaikan drainase, kontrol kebocoran pipa/irigasi, pengurangan pengambilan air tanah berlebihan.
  3. Pembatasan aktivitas di sekitar titik retakan/amblesan (radius aman ditentukan oleh tim teknis).
  4. Kajian geoteknik sebelum pembangunan di area rawan.
  5. Edukasi warga: hindari mendekat, jangan masuk ke lubang, dan jangan menyebarkan klaim tanpa dasar ilmiah.

Penutup

Pemahaman soal sinkhole menjadi semakin relevan setelah kejadian tanah amblas di area pertanian warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM menurunkan tim pakar Badan Geologi untuk mengumpulkan dan memverifikasi data lapangan, termasuk pemeriksaan kondisi tanah dan air, serta melakukan kajian cepat untuk mengidentifikasi proses geologi penyebab amblesan.

Dalam laporan yang beredar, peristiwa ini terpantau sejak 4 Januari 2026, dengan lubang berdiameter sekitar 20 meter dan kedalaman sekitar 15 meter. Tim juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, termasuk klaim bahwa air dari sinkhole bisa menyembuhkan penyakit.

Kasus Limapuluh Kota menunjukkan satu hal penting, sinkhole bukan sekadar “lubang besar”, tetapi fenomena geologi yang perlu ditangani berbasis data dan kajian ahli agar risiko terhadap warga dapat diminimalkan, sekaligus menjadi rujukan kebijakan mitigasi oleh pemerintah daerah.

FAQ (untuk CMS)

1. Sinkhole itu apa?
Sinkhole adalah lubang amblas akibat runtuhnya permukaan tanah ke rongga di bawah tanah.

2. Apa penyebab sinkhole paling umum?
Umumnya dipicu oleh proses bawah permukaan yang membentuk rongga (pelarutan/pengikisan oleh air), perubahan air tanah, hujan ekstrem, atau aktivitas manusia.

3. Apa tanda-tanda sinkhole?
Retakan tanah/bangunan, permukaan tanah turun, genangan tak wajar, dan perubahan debit/kejernihan air sumur.

4. Apa yang harus dilakukan jika ada sinkhole?
Jauhi lokasi, pasang pembatas, laporkan ke aparat setempat/BPBD, dan tunggu kajian tim teknis. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik