Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

5 Penyebab Terbentuknya Sinkhole dan Cara Mengurangi Risikonya

 Gana Buana
09/1/2026 18:33
5 Penyebab Terbentuknya Sinkhole dan Cara Mengurangi Risikonya
Penyebab terjadinya sinkhole.(Freepik)

SINKHOLE (lubang ambles) adalah fenomena ketika permukaan tanah tiba-tiba turun atau runtuh membentuk lubang—mulai dari cekungan kecil hingga kawah besar. Kejadian ini sering membuat panik karena bisa muncul mendadak, merusak bangunan, jalan, hingga infrastruktur air dan drainase.

Dalam artikel ini, kamu akan memahami penyebab terbentuknya sinkhole, proses terjadinya, faktor alam dan manusia yang mempercepatnya, tanda-tanda awal, serta langkah pencegahan yang bisa dilakukan.

Apa Itu Sinkhole?

Sinkhole adalah lubang atau cekungan yang terbentuk akibat hilangnya penopang di bawah permukaan tanah. Ketika lapisan bawah tanah terkikis, larut, atau kosong, lapisan atas akhirnya ambles karena tidak lagi punya “fondasi” yang kuat.

Sinkhole paling sering terjadi di wilayah dengan batuan mudah larut, tetapi juga bisa dipicu oleh kebocoran pipa, pengambilan air tanah berlebihan, hingga aktivitas tambang.

Penyebab Terbentuknya Sinkhole yang Paling Umum

1) Pelarutan Batuan Karst (Batu Kapur)

Penyebab utama sinkhole di banyak wilayah adalah proses karst. Ini terjadi ketika air meresap ke tanah dan bereaksi dengan batuan yang mudah larut seperti:

  • batu kapur (limestone)
  • dolomit
  • gipsum
  • garam batu

Air hujan membawa CO₂ dari udara dan tanah, membentuk asam lemah (asam karbonat). Walau lemah, dalam waktu lama air ini melarutkan batuan dan menciptakan rongga bawah tanah. Ketika rongga membesar dan “atapnya” menipis, permukaan tanah akhirnya runtuh—terbentuklah sinkhole.

Ciri khas sinkhole karst: sering muncul di daerah perbukitan kapur, gua, ponor (lubang serapan), dan sistem sungai bawah tanah.

2) Erosi dan “Piping”: Tanah Terbawa Aliran Air Bawah

Selain pelarutan batuan, sinkhole juga bisa terbentuk karena material tanah halus terseret air dari bawah permukaan. Proses ini sering disebut piping.

Aliran air bawah tanah dapat:

  • menggerus pasir/lempung,
  • membentuk saluran kecil,
  • lalu membesar menjadi ruang kosong,
  • sampai akhirnya lapisan atas turun atau runtuh.

Piping lebih mungkin terjadi saat aliran air terkonsentrasi pada satu jalur, misalnya karena drainase buruk atau kebocoran pipa yang terus-menerus.

3) Perubahan Muka Air Tanah: Terlalu Banyak Dipompa atau Mendadak Terisi

Perubahan level air bawah tanah sangat berpengaruh pada kestabilan tanah.

  • a) Pengambilan air tanah berlebihan

Saat air tanah turun drastis, rongga atau lapisan tanah yang sebelumnya “ditopang” tekanan air bisa menjadi lebih rapuh. Ini meningkatkan risiko ambles, terutama pada area karst atau tanah berongga.

  • b) Hujan ekstrem dan banjir

Air dalam jumlah besar bisa mempercepat:

  • pelarutan batuan,
  • pengangkutan tanah halus,
  • keruntuhan atap rongga.

Karena itu, sinkhole sering muncul setelah hujan deras berkepanjangan atau banjir besar.

4) Aktivitas Manusia yang Mempercepat Terjadinya Sinkhole

Tidak semua sinkhole murni alami. Banyak kasus dipicu atau diperparah oleh aktivitas manusia, seperti:

  • Kebocoran pipa air bersih/limbah

Aliran air dari pipa bocor (terutama yang lama tidak terdeteksi) dapat mengikis tanah dari bawah. Ini salah satu penyebab paling sering di area perkotaan.

  • Drainase yang mengarah ke satu titik

Talang/selokan yang membuang air ke satu area tanpa resapan yang benar dapat menciptakan aliran terkonsentrasi dan mempercepat piping.

  • Konstruksi dan beban bangunan

Pembangunan di atas tanah yang sudah memiliki rongga atau tanah urug yang tidak padat dapat meningkatkan tekanan, lalu memicu penurunan.

  • Tambang dan galian bawah tanah

Terowongan, pertambangan, dan galian dapat meninggalkan ruang kosong yang kemudian runtuh.

5) Tanah Urugan (Fill) yang tidak Padat

Di beberapa lokasi, lubang ambles muncul bukan karena karst, melainkan karena tanah timbunan yang tidak dipadatkan sesuai standar. Akibatnya, tanah turun perlahan atau membentuk cekungan besar—secara visual mirip sinkhole.

Ini sering ditemukan pada:

  • lahan reklamasi,
  • area bekas galian yang ditimbun,
  • proyek perumahan dengan pemadatan kurang.

Jenis Sinkhole: Kenapa Ada yang Pelan dan Ada yang Mendadak?

Memahami jenis sinkhole membantu kita mengerti tingkat bahayanya.

  1. Solution sinkhole (pelarutan dekat permukaan): Terjadi perlahan, membentuk cekungan.
  2. Cover-subsidence sinkhole (turun bertahap): Tanah penutup (sering pasir) turun perlahan mengisi rongga.
  3. Cover-collapse sinkhole (runtuh mendadak): Tanah penutup (sering lempung) membentuk “jembatan” di atas rongga sampai akhirnya jebol, ini yang sering viral karena muncul tiba-tiba dan dalam.

Tanda-Tanda Awal Sinkhole yang Perlu Diwaspadai

Sinkhole jarang benar-benar tanpa gejala. Beberapa tanda yang sering muncul:

  • Retakan baru pada dinding, lantai, atau fondasi
  • Pintu/jendela mendadak susah ditutup
  • Tanah halaman mulai cekung atau turun
  • Tiang/pohon/pagar terlihat miring
  • Genangan air muncul di titik yang tidak biasa
  • Lubang kecil yang cepat membesar setelah hujan
  • Jika tanda-tanda ini muncul, terutama setelah hujan deras atau dekat saluran air/pipa, sebaiknya segera cek.

Cara Mengurangi Risiko Sinkhole di Sekitar Rumah

Berikut langkah pencegahan yang realistis:

  • Periksa kebocoran pipa

Tagihan air naik tanpa sebab jelas, tanah selalu lembap, atau ada aliran air “misterius” bisa jadi indikator.

  • Perbaiki sistem drainase

Pastikan air hujan tidak terkumpul di satu titik. Arahkan aliran ke saluran yang aman atau area resapan yang benar.

  • Batasi pengambilan air tanah berlebihan

Jika wilayahmu sering mengalami penurunan tanah, pertimbangkan alternatif sumber air atau manajemen pemakaian.

  • Lakukan investigasi tanah sebelum membangun

Di daerah rawan karst atau riwayat ambles, pemeriksaan geoteknik (misalnya pengeboran, geolistrik, atau GPR) sangat membantu.

  • Jangan menutup lubang ambles secara asal

Menimbun tanpa evaluasi bisa membuat rongga melebar dan ambles terjadi lagi.

FAQ

1. Apakah sinkhole selalu terjadi di daerah batu kapur?
Tidak selalu. Sinkhole paling umum di karst, tetapi amblesan mirip sinkhole bisa terjadi karena kebocoran pipa, tanah urug, tambang, atau piping.

2. Sinkhole bisa muncul mendadak tanpa tanda?
Bisa, terutama jenis cover-collapse. Namun sering kali ada tanda kecil yang luput dari perhatian.

3. Apa yang harus dilakukan jika menemukan lubang ambles?
Jauhkan orang dari area tersebut, pasang pembatas, hindari beban tambahan, dan hubungi pihak berwenang/ahli (geoteknik/PU setempat) untuk evaluasi.

Kesimpulan

Penyebab terbentuknya sinkhole pada dasarnya adalah hilangnya penopang di bawah tanah. Proses paling umum terjadi karena pelarutan batuan karst, erosi tanah oleh aliran air bawah, perubahan muka air tanah, serta faktor manusia seperti kebocoran pipa dan konstruksi di lahan tidak stabil. Dengan mengenali tanda-tanda awal dan memperbaiki drainase serta kebocoran, risiko sinkhole bisa dikurangi secara signifikan.

Kalau kamu mau, sebutkan lokasi (kota/kabupaten) dan kondisi sekitar (sering hujan, dekat sungai, area kapur, dekat proyek/pipa), aku bisa bantu “mengarahin” penyebab yang paling mungkin dan langkah mitigasi yang paling pas. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik