Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN gempa bumi di Pantura Jawa Tengah masih tinggi bahkan dapat berkekuatan magnitudo 6, diperkirakan gempa terjadi Minggu (7/7) jelang sore dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang diduga masih rangkaian atau terusan/sayatan dari sesar Baribis-Kendeng.
Pemantauan Media Indonesia Selasa (9/7) penanganan gempa bumi di Kabupaten Batang terjadi Minggu (7/7) terus berlangsung, tim gabungan dari berbagai instansi dan lembaga baik Pemkab Batang, Pemrov Jawa Tengah dan pusat melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap bangunan rumah warga, masjid, sekolah dan perkantoran tang rusak.
Selain itu tim medis baik dari Dinkes Batang maupun Provinsi Jawa Tengah terus berupaya memberikan penanganan terhadap korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 dan 4,6 tersebut, juga bantuan sembako serta bahan bangunan disalurkan kepada ribuan warga terdampak.
Baca juga : Gempa Hari Ini di Timur Laut Tuban Terasa hingga Ke Sejumlah Daerah di Jateng
"Dapur umum terus kita gerakan untuk memberikan bantuan makanan siap saji kepada warga terdampak, pendataan masih terus dilakukan," kata Pj Bupati Batang Leni Dwi Rejeki Selasa (9/7).
Sementara itu berdasarkan pendataan, lanjut Leni Dwi Rejeki, meskipun tidak ada korban jiwa akibat gempa bumi di Batang ini, namun jumlah korban mengalami luka-luka yang ditangani petugas medis terus bertambah hingga capai puluhan orang, demikian juga kerusakan bangunan baik ringan-berat telah mencapai 70 rumah warga, belum lagi sekolah, masjid, pasar dan perkantoran.
Sementara itu Kepala BMKG Stasiun Geofisika (Stageof) Banjarnegara, Hery Susanto Wibowo mengatakan ancaman gempa bumi di kawasan Pantura Jawa Tengah masih tinggi, seperti terjadi pada gempa Batang dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang diduga masih rangkaian atau terusan/sayatan dari sesar Baribis-Kendeng.
Baca juga : Awas! Banjir Rob bakal Rendam Pantura Jawa Tengah Akhir Bulan Ini
"Berdasarkan kajian yang dilakukan beberapa ahli dari Pusat Studi Gempa Nasional pada tahun 2017 lalu, gempa yang berpotensi terjadi di wilayah Batang dan pantai utara (Pantura) Jawa Tengah dapat lebih dari magnitudo 6," ujar Hery Susanto Wibowo.
Gempa bumi di Batang tersebut, menurut Hery Susanto Wibowo, merupakan pertama terjadi dalam 20 tahun terakhir, hal itu berbeda dengan gempa tektonik sering kali terjadi di wilayah selatan Batang yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara yang sering terjadi sejak tahun 2023.
Mengantisipasi ancaman gempa tersebut, ungkap Hery Susanto Wibowo, terutama adanya sesar yang memiliki potensi gempa, saat ini sedang dilakukan survei makro untuk mengetahui kerusakan dan survei mikro dengan pengukuran alat nantinya. "Kita minta warga tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak jelas datangnya," imbuhnya. (AS)
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter masih berpotensi di sejumlah kawasan perairan utara Jawa Tengah yakni Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Pati-Rembang.
Sabtu (27/12) ribuan perahu dan kapal nelayan, sejak dini hari tidak bergerak dan ditambatkan di sejumlah pelabuhan perikanan di daerah di Pantura Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi di 25 daerah.
Perjalanan sejak pagi relatif lancar, namun kendala muncul saat memasuki wilayah Pekalongan akibat hujan lebat.
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,1 terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut).
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Sepanjang periode waktu tersebut tidak ada kejadian gempa bumi yang dirasakan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved