Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR tradisional dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) makin kehilangan eksistensi dan popularitas. Hal itu diakibatkan keberadaan usaha waralaba gerai minimarket di Kota Depok yang semakin menjamur.
Media Indonesia, Jumat (10/5) memantau usaha waralaba gerai minimarket di Kota Depok sudah hingga ke pedalaman. Ini tentu mengakibatkan pasar tradisional dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang dikelola pemerintah kota lesu darah bahkan terpaksa tutup karena tak mampu bersaing dengan pasar modern.
Kepala Pelaksana Teknis Daerah Pasar Sukatani, Tri Handoko yang dihubungi Jumat menjelaskan telah banyak kios yang terpaksa tutup akibat keberadaan usaha waralaba gerai minimarket di Pasar Sukatani.
Baca juga : Ribuan Pedagang Dukung Supian Suri Maju Pilkada Depok 2024
“Keberadaan usaha waralaba gerai minimarket seperti tak ada jarak yang mengatur antara sesama minimarket. Bahkan tak jarang bersebelahan dengan pasar tradisional,” ungkap Tri.
Adanya fenomena ini, kata Tri justru tak sedikit menggerus usaha kecil di pasar tradisional dan warung kebutuhan pokok yang ada di tengah masyarakat dengan alih-alih harga lebih murah dan promo yang menggiurkan bagi masyarakat.
Tri menjelaskan, minimarket telah menjadi pesaing yang cukup berat bagi para pedagang tradisional dan pelaku UMKM. Terutama mereka yang menjual bahan bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, rokok atau apalah yang menjadi kebutuhan rumah tangga.
Baca juga : Setelah Beras, Giliran Harga Minyak Goreng di Depok Naik. Warga: Bikin Pusing!
“Hal ini pastinya sangat berdampak terhadap omset yang didapat oleh para pedagang tradisional dan pelaku UMKM, terutama pedagang pedagang kecil di kampung yang memiliki modal pas, yang mungkin harga mereka tidak mampu bersaing dengan harga yang ditawarkan oleh minimarket,” kata Tri.
Begitu juga, beber Tri dengan pedagang tradisional atau pelaku UMKM yang memproduksi kue kue kering dan warung kopi.
"Saat ini, semua produk kue dan kopi, bahkan sayur mayur hingga buah buahan, juga sudah tersedia di minimarket," ucap Tri menegaskan.
Baca juga : Harga Minyak Goreng Tropical di Depok Naik Lebih Tinggi
Tidak hanya itu Tri menjelaskan, pedagang tradisional dan pelaku UMKM yang bergerak di bidang kuliner juga memiliki tantangan yang cukup berat.
"Dengan begitu banyak restoran-restoran dan kedai kedai kopi modern yang saat ini juga telah menjamur di setiap wilayah di kota Depok,” papar Tri.
Salah satu pedagang kue dan kopi di Pasar Sukatani, Bisti, menjelaskan menjamurnya usaha waralaba gerai minimarket di Kota Depok karena mudahnya pengurusan perizinan.
Baca juga : 2.500 Pedagang Binaan Pemerintah Kota Depok Terancam Mati Suri
"Pemerintah Kota Depok dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memperketat pengurusan izin berusaha di Kota Depok bagi usaha waralaba gerai minimarket," jelas Bisti.
Ia menjelaskan tugas pemerintah pastinya tidak hanya sampai pada menciptakan para wirausaha baru, tetapi bagaimana pemerintah juga mampu memberikan keluasan pasar bagi pengusaha kecil dan pedagang tradisional.
“Agar nantinya mereka dapat lebih berkembang dan mampu menjadi para pelaku usaha yang mandiri,” ucap Bisri.
Ketika dihadapkan dengan begitu banyak para pelaku usaha yang sudah profesional, kata Bisti pastinya ini menjadi tantangan yang sangat berat bagi para pedagang tradisional dan pelaku UMKM, terutama mereka yang belum memiliki banyak pengalaman di bidang usaha.
“Bisa saja mereka akan kalah bersaing dengan para pelaku usaha besar, yang kini ikut turun ke pelosok pelosok daerah merebut konsumen para pedagang dan pelaku UMKM,” tutup Bisti.
(Z-9)
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Asia Pacific Cities for Health and Development (APCAT) Summit 2026 menyebut kebijakan KTR di Jakarta sejalan dengan semangat APCAT.
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Konsep KTR tidak semestinya diberlakukan secara kaku tanpa membaca kultur ekonomi di lapangan.
Koalisi UMKM menandatangani petisi bersama yang mendesak DPRD DKI tidak terburu-buru mengesahkan Raperda KTR sebelum mengecek langsung kondisi lapangan.
PARA petani Kabupaten Lebak, Banten, menyambut positif pengoperasian gerbong kereta api (KA) petani dan pedagang di wilayahnya.
Penataan dilakukan untuk memberikan ruang usaha lebih layak dan representatif bagi para pedagang, sekaligus menjaga fungsi ekologis taman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved