Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
VIDEO aksi tawuran yang melibatkan puluhan bocah seusia siswa SD-SMP viral di media sosial. Seperti dikutip dari tayangan akun Instagram @infodepok, aksi tawuran terjadi jelang sahur, pada Rabu, 13 Maret 2024 dini hari pukul 03.00 WIB
Peristiwa itu terjadi di Gang Jati, Jalan Mochtar, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).
Video viral memperlihatkan dua kelompok bocah laki-laki bercelana pendek dan bercelana panjang terlibat saling serang menggunakan senjata tajam, sarung yang diikat, batu, dan kayu.
Baca juga : Tawuran Gangster di Bojonggede, 1 Remaja Tewas dan 3 Kritis
"Bocah bentrok tawuran di depan Gang Jati, Jalan Mochtar, Sawangan berlanjut kejar-kejaran sekitar pukul 03.00 WIB," tulis keterangan dalam video yang diunggah akun @infodepok.
"Dulu mah bocah keluar jam sahur murni bangunin sahur sekarang mah beda nyari ribut. Astagfirullah al adzim, prihatin banget. Harus segera ditindak/laporan ke polisi ini mah dah ga bisa dianggap enteng kelakuan anak anak sekarang, pada kaga bermoral di bulan Ramadan," timpalnya.
Postingan ini sontak menuai reaksi warganet, khususnya mereka yang tinggal di Kota Depok.
Baca juga : 9 Remaja di Grogol Petamburan Diamankan Polisi Diduga Hendak Tawuran
Terkait ini, Kepala Humas Polres Metropolitan Kota Depok Iptu Made Budi mengatakan peristiwa itu terjadi dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB. Made mengatakan tawuran terjadi antar 2 kelompok berjumlah sekitar 50 orang
"Satu kelompok massa (bocah) dari arah Depok dan satu dari arah Bojongsari dengan jumlah massa sekitar 50 orang," tutur Made.
Made menuturkan pelaku tawuran itu membawa bambu, kayu dan sarung yang diikat. Tawuran itu terjadi tak begitu lama hingga akhirnya mereka membubarkan diri.
Baca juga : Satpol PP DKI Klaim Tren Tawuran Remaja Saat Ramadan di Jakarta Cenderung Berkurang
"Menurut keterangan saksi tidak ada korban atas kejadian tersebut dan tidak mengenal massa dari kedua kelompok," ujarnya.
Tim Patroli Perintis Presisi (TPPP) Polres Metropolitan Kota Depok, tutur Made akan lebih gencar berpatroli sepanjang Ramadhan ini. Adapun langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya tawuran saat jam sahur dan buka puasa maupun saat tarawih.
"Iya, lebih digencarkan lagi pergerakan mereka," ungkap Made.
(Z-9)
Ia menegaskan untuk tetap memastikan kondisi Babel aman dan kondusif di bulan suci Ramadan.
Untuk mengantisipasi tindak kriminal dan SOTR Pemerintah Kota Depok bersama Polrestro Depok dan Kodim 0508 Depok akan menggelar patroli harian.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bakal beruapaya mengantisipasi aksi sahur di jalanan (sahur on the road/SOTR) yang dapat memicu terjadinya tawuran.
Ia juga mengingatkan agar tidak lagi menggunakan knalpot bising atau brong, dan memastikan akan ditindak tegas.
Bila ada oknum masyarakat yang masih membandel, pasti akan menerima konsekuensi hukum.
Mereka tidak memiliki afiliasi politik dan memiliki anggota lintas agama
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Polres Metro Depok pada 2018 telah melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Rotasi, baik secara vertikal maupun horizontal, merupakan bagian dari evaluasi organisasi yang dilakukan secara profesional.
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
KERICUHAN pecah di wilayah Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, melibatkan dua kelompok suporter sepak bola saat berlangsungnya laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Minggu (11/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved