Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Kepolisian Resor (Kapolres Bogor), Ajun Komisaris Besar Rio Wahyu Anggoro langsung bertindak tegas dengan mencopot jabatan anggotanya yang salah sasaran menangkap pasangan suami istri (pasutri) di Cileungsi, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu. Hal itu menyusul munculnya video viral proses penangkapan pasutri itu di sebuah SPBU karena disangka sebagai begal.
"Anggota tersebut sudah saya periksa dan sudah saya copot," kata Kapolres Bogor Rio Wahyu Anggoro kepada wartawan, (10/2).
Meski tidak menyebutkan nama dan berapa anggotanya yang dicopot, namun semua yang terlibat sudah diperiksa dan diberikan sanksi.
Baca juga : Masuk DPO, Bripka Andry Disersi Sejak Kasus Setor Uang Viral
"Benar semua yang terlibat. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya bertanggung jawab dan mohon maaf," ungkap Kapolres.
Sebelumnya kasus ini sempat viral. Tim Resmob Satreskrim Polres Bogor sempat memberhentikan kendaraan yang ditumpangi pasutri di kawasan Cileungsi. Polisi mengira mereka buronan, namun ternyata salah.
Kasus ini sendiri bermula dari laporan seorang Mahasiswa berusia 22 tahun. Saat itu dia melaporkan peristiwa pencurian yang terjadi pada 15 Januari 2024, di Alfamart Jl Raya Karacak, Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Baca juga : Puluhan Tabung Gas Meledak, Bangunan Toko Ludes Terbakar
Kerugian yang dialami pelapor mencapai Rp 190 juta, akibat kehilangan sejumlah barang dagangan. Diantaranya berupa kosmetik berbagai merk 28 buah, minuman botol berbagai merk 6 botol, pampers berbagai merk 3 dan dvr cctv, serta uang di dalam mesin ATM (anjungan tunai mandiri).
Dari laporan tersebut, Tim Resmob Sat Reskrim melakukan penyelidikan. Dan setelah melakukan penelusuran dari tiga laporan polisi yang berkaitan, tim berhasil mengungkap dan menangkap 7 orang tersangka.
Ke-7 tersangka itu semuanya laki-laki yakni MM, 50, MT 31, SS, 46, D,50, K,44, Sdr AD,41, dan FF,37.
Baca juga : Buron Hampir Tiga Tahun, Seorang Begal Akhirnya Ditangkap di Tambora
"Hasil interogasi menunjukkan bahwa para pelaku terlibat dalam jaringan kejahatan lintas daerah, termasuk Depok, Jawa Tengah, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Purwakarta, dan Cimahi," jelas Kasat Reskrim Polres Bogor Ajun Komisaris Teguh Kumara.
Kasat menjelaskan proses penangkapan tersangka dilakukan secara berjenjang, dimulai dengan penangkapan FF, K , dan D. Operasi berlanjut, tim melakukan penyelidikan di daerah Cileungsi, yang mengarah pada penangkapan SS ,46, pada 7 Februari 2024.
Pelaku SS, kemudian memberikan informasi penting terkait rekan-rekannya yang terlibat dalam kejahatan tersebut, termasuk menyebutkan ciri-ciri kendaraan yang sesuai dalam video viral tersebut yang diduga adalah milik rekan- rekan pelaku.
Baca juga : Polisi Tembak Mati Tersangka Pembunuh Pasutri di Banyuasin
Operasi penyelidikan dan penangkapan dilakukan di beberapa daerah, mencakup Pasir Angin Cileungsi. Di situ-lah salah sasaran terjadi.
Tim, lanjut Kasat, memang memberhentikan kendaraan pasutri, akan tetapi tidak sesuai apa yang sudah didapatkan informasi dari tersangka yang sudah tertangkap. Saat itu pasutri tersebut hendak mengisi bahan bakar di SPBU.
"Para penumpang di dalam kendaraan tersebut sudah dilepaskan kembali," kata kasat.
Baca juga : Komplotan Begal Sadis Di Bogor Dibekuk
Dia juga mengatakan pihaknya menyampaikan permintaan maaf dan sudah diterima dengan baik oleh pasangan tersebut. Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pengembangan penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap para tersangka lainnya yang masih DPO (daftar pencarian orang).
Ada tiga nama yang masuk DPO. Ketiganya masing-masing berinisial N (laki-laki), kemudian I (laki-laki) dan W (perempuan).
"RTL (rencana tindak lanjut) mencakup membawa para pelaku ke Mako Polres Bogor. Kemudian melanjutkan pencarian terhadap tersangka lainnya, dan melakukan sidik tuntas guna mengungkap jaringan kejahatan yang lebih luas," katanya.
Baca juga : Polisi Tangkap Begal Pengincar Perempuan di Bogor
(Z-9)
Micro decision fatigue adalah situasi ketika otak lelah karena terus-menerus membuat keputusan kecil, sehingga kita menjadi lebih reaktif dan kurang waspada.
Kepala BGN Dadan Hindayana, mengatakan sudah menegur pria yang berjoget di sebuah SPPG sembari menunjukkan insentif sebesar Rp6 juta. Ia minta pria yang viral itu minta maaf ke publik
PEMERINTAH melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan membuka diri bagi masyarakat apabila menemukan anomali harga pangan pokok di pasaran.
Aksi nekat seorang preman kampung bernama Tio alias Tito Kobra viral usai ia terekam kamera melakukan pengancaman pembunuhan terhadap Kapolsek Pakenjeng, Garut.
Jauh sebelum pengabdiannya di dunia medis, nama Maissy Pramaisshela adalah penguasa panggung musik anak era 90-an dengan gaya centilnya yang khas.
Mantan penyanyi cilik Maissy Pramaisshela akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait kabar miring yang menerpa rumah tangganya, sembari menegaskan komitmennya sebagai dokter residen.
Kronologi lengkap pembegalan terhadap warga Baduy di Cempaka Putih, Jakarta. Korban terluka, kehilangan barang, dan sempat ditolak rumah sakit
Sandy diringkus setelah berusaha merampas sepeda motor milik warga bersama dua rekannya yang masih buron.
Kampung Bahari di Jakarta Utara dikenal sebagai zona merah narkoba selama lebih dari satu dekade. Jejak bandar, begal, dan jaringan peredaran sabu terus berulang.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung membantah soal rumah sakit di Jakarta menolak warga Baduy bernama Repan yang menjadi korban begal di kawasan Cempaka Putih.
POLISI menangkap tiga pelaku komplotan begal dengan modus berpura-pura menolong korban yang ban kendaraannya disebut mereka oleng, di Kabupaten Deli Serdang.
Albhi dikenal sebagai spesialis begal yang sudah tujuh kali beraksi di berbagai wilayah Medan dan sekitarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved