Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
SIAPA yang sangka sebuah patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kabupaten Kediri, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin? Ini merupakan pemandangan yang tak biasa, patung macan putih tersebut didatangi oleh ratusan wisatawan dari berbagai daerah. Banyak dari mereka berhenti untuk berfoto, lalu pulang membagikan cerita seru.
Beberapa menganggap patung berbahan semen putih tersebut aneh karena bentuknya yang berbeda jauh dari proporsi macan, tetapi beberapa pengunjung mengatakan unik karena menganggap hasil karya itu sebagai ekspresi seni. Keberadaannya yang memancing pro dan kontra ini sempat membuat masyarakat setempat berpikir untuk merobohkannya.
“Kita berusaha memberikan hiburan kepada warga masyarakat berupa wisata murah meriah dan penuh kesederhanaan dan kegembiraan khususnya Balongjeruk dan umumnya warga masyarakat,” jelas Rouf Khoironi, Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Balongjeruk.
Tidak hanya hiburan bagi warga, Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, juga mengucapkan rasa syukurnya karena berhasil menggerakkan roda perekonomian warga. "Harapan ke depan, patung macan putih ini terus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama untuk peningkatan kesejahteraan warga dan pelaku UMKM.”
Di luar dugaan, patung itu viral dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Namun yang menarik adalah sesuatu yang lebih dari sekadar objek visual, hal yang memantik rasa penasaran kolektif: ada apa dengan macan putih?
Dibangun selama 19 hari oleh seniman patung asal Kediri, Suwari, mengatakan bahwa karyanya yang viral tidak lepas dari keberuntungan. Suwari merupakan seniman patung yang dikenal sudah menghasilkan berbagai karya sejak tahun 1980-an, mulai dari patung menjangan, tokoh pewayangan Petruk dan Punakawan, hingga patung raksasa dan hewan di berbagai area di Kediri dan sekitarnya.
Bagi masyarakat Kediri dan sekitarnya, macan putih bukan simbol asing yang viral. Ia kerap diasosiasikan dengan penjaga, kekuatan, dan identitas lokal yang hidup dalam cerita tutur, mitos, hingga kebudayaan Jawa.
Seniman berusia 70 tahun itu menyampaikan bahwa setelah mendapat pesanan, ia mendapatkan sebuah mimpi. “Cerita macan putih itu memang sudah lama saya dengar. Waktu dapat pesanan, saya juga sempat mimpi,” cerita Suwari.
Suwari mengaku, dalam mimpinya ia memerankan ludruk dengan lakon siluman macan putih. Ia menganggap bahwa mimpi tersebut sebagai simbolis penguat batinnya sebelum benar-benar memulai pengerjaan patung yang sarat nilai simbolik bagi warga desa Balongjeruk.

Macan putih dipilih karena menyimpan cerita yang dibawa secara turun temurun. Hewan buas tersebut sering diasosiasikan dengan kekuatan penjaga, pengawal spiritual, sekaligus lambang wibawa dan legitimasi suatu wilayah yang hidup dalam cerita tutur, mitos, hingga kebudayaan Jawa.
Di beberapa legenda, macan putih dianggap sebagai penjaga wilayah yang dipercaya sebagai danyang atau penjaga alam suatu tempat. Ia bukan sosok yang mengganggu, melainkan menjaga keseimbangan dan harmoni antara manusia dan alam.
Hal yang menjadikan hewan ini semakin spesial dalam konteks Kediri, adalah karena simbol penjaga semacam ini kerap dilekatkan pada wilayah yang dianggap memiliki energi sejarah dan spiritual yang kuat, terutama karena sejarah panjang Kediri sebagai pusat peradaban dan kekuasaan Kerajaan Kadiri. Tak jarang juga digambarkan sebagai pendamping tokoh sakti, seperti raja atau leluhur.
Safi’i juga menjelaskan bahwa patung macan putih sudah melalui musyawarah dengan tokoh masyarakat dan pemuda desa setempat. Dalam musyawarah itu dijelaskan bahwa warga sepakat memilih macan putih sebagai ikon desa karena sejalan dengan sejarah dan legenda desa. Sebuah inisiatif murni dari warga desa untuk membangkitkan kembali legenda yang ada di desa dan menjadikannya sebagai ikon Desa Balongjeruk.
Safi’i mengungkapkan bahwa pembangunan ikon baru dari desa Balongjeruk itu menggunakan dana pribadinya, bukan dana desa. Dengan biaya sebesar Rp3.500.000, jadilah sebuah patung viral sepanjang 1,5 meter dan tinggi total 2,5 meter. Dan kemudian viral.
“Ini luar biasa. Awalnya sempat dihujat, tapi sekarang malah membawa manfaat dan mengangkat nama desa,” ujarnya.
Sejalan dengan yang disampaikan oleh Safi’i, patung macan putih ini membanjiri masyarakat setempat dengan rejeki. Roda ekonomi berputar, memberi ruang hidup baru bagi ekonomi kecil warga. Di sepanjang akses menuju lokasi, sejumlah warga mulai membuka lapak sederhana, mulai dari menjual minuman dingin, jajanan ringan, bahkan jasa parkir dadakan.
Bagi mereka, viralnya patung macan putih bukan sekadar fenomena media sosial, melainkan kesempatan yang datang tak terduga.
Salah satunya adalah Ningrum, pedagang yang menjajakan baju bergambar Patung Macan Putih. “Ini bawa sedikit, soalnya cuma buat contoh. Tapi langsung banyak yang pesan. Ini tadi baru masuk lagi 50 pesanan,” jelasnya.
Ningrum mengaku bahwa ia sedang mencoba peruntungan berjualan di sana. “Saya baru kok. Coba jualan di sini karena ramai, ya. Bahkan subuh saja sudah banyak yang foto-foto," katanya.
Awalnya mungkin sekitar 10 pedagang, sekarang setiap hari bertambah. Bisa lebih dari 100 pedagang yang berjualan di sekitar situ,” katanya.
Apakah ini hanya viral yang kebetulan belaka ataukah ini berkah dari Macan Putih yang menjaga Desa Balungjeruk? Yang pasti adalah bagi warga Balongjeruk, macan putih telah meninggalkan jejaknya sebagai simbol, cerita, atau mungkin berkah dari penjaga desa yang selama ini hanya hidup dalam tutur. (H-3)
Drone ini digunakan untuk penyemprotan presisi dan pemetaan lahan.
Restorasi sekaligus digitalisasi arsip berusia tua milik sejumlah sekolah dan kantor kelurahan tersebut sebagai upaya mengamankan data penting agar mudah diakses.
Ribuan relawan bergotong royong membersihkan kawasan perkantoran untuk memulihkan Kediri pascakerusuhan, Sabtu (30/8).
Hingga pukul 18.40 WIB, di bagian lantai atas gedung terlihat mulai runtuh setelah api membakar area gedung. Sementara bagian depan gedung DPRD sudah habis terbakar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved