Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
SULTAN Rifat Alfatih (21), korban terjerat kabel fiber optik milik PT. Bali Towerindo Sentra, pekan lalu bertemu Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, untuk menyampaikan secara langsung ucapan terima kasih atas atensi Kapolri dalam membantu merawat dan mengobati pascakecelakaan terjerat Kabel fiber optik pada Januari 2023 silam.
Pertemuan dilakukan di ruang rapat lantai 2 Mabes Polri, Jalan Trunojoyo Kebayoran Baru, Jakarta Selatan berlangsung dalam suasana haru namun sangat akrab, khususnya saat Sultan menceritakan kondisinya saat ini, perjalanan perawatannya, juga rencana kedepannya.
Dengan menggunakan alat bantu suara, Sultan yang didampingi kedua orang tuanya menceritakan bahwa dirinya sangat senang bertemu dengan orang nomor satu di kepolisian, keduanya bercerita tentang banyak hal, termasuk soal makanan dan bakso.
Baca juga : Kapolri Sebut Gangguan Keamanan Usai Pemilu 2024 Terkendali
“Selama ini saya hanya bisa lihat orang makan atau masak saja, jadi begitu saat ini ada kesempatan makan, maka tidak akan saya sia-siakan. Seperti barusan di ruang perjamuan saya makan bakso urat, saya ambil banyak," kata Sultan saat menjawab pertanyaan Kapolri terkait apakah sudah bisa makan normal.
Pada kesempatan tersebut Kapolri juga menanyakan tentang kuliah Sultan, dan juga rencana Sultan kedepannya.
"Saat ini saya sudah selesai semester 5, dengan IPK 3,93. Saya ingin segera selesaikan kuliah saya, untuk kemudian mencari beasiswa melanjutkan program studi di Luar Negeri," jawab Sultan.
Baca juga : Presiden Jokowi Lantik Anggota Komisi Kejaksaan di Istana Negara
Sultan menyebutkan ingin berkuliah di Universitas Edinburgh, Skotlandia. Kapolri menyambut baik niat Sultan tersebut dan akan membantu mencarikan beasiswa.
Dalam pertemuan tersebut Kapolri juga memberikan semangat kepada Sultan untuk segera lulus, dan menjadi orang besar dan berhasil dikemudian hari. Bahkan Sultan memberikan kesepakatan dengan bersalaman bersama Kapolri sebagai tanda setuju untuk menjadi orang sukses.
"Orang besar itu dilahirkan dari banyaknya permasalahan besar yang dihadapi, kalau dia berhasil melewati, maka dia akan menjadi orang besar dan sukses" ungkap Sultan menirukan Kapolri.
Baca juga : Kapolri Minta Cek Kesehatan KPPS untuk Hindari Banyak Korban Meninggal Seperti Pemilu 2019
Saat berbicara dengan Kapolri, secara langsung Sultan menyampaikan rasa terimakasih yang luar biasa atas bantuan Kapolri dalam merawat dan memberikan pengobatan di RS Polri Kramajati, akibat terjerat Kabel Fiber Optik.
Selain menyampaikan terimakasih, Sultan juga menceritakan proses pengobatan dan perawatan di RSPolri Kramajati selamat hampir 4 bulan lamanya.
"Rasanya tidak percaya, saya diberikan pelayanan maksimal di RS Polri Kramajati, baik tim dokter, perawat, dan non medis semuanya luar biasa baik dan memberikan pelayanan dengan profesional dan sangat humanis" lanjut Sultan.
Sultan Rifat Alfatih adalah mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur yang pada awal Januari 2023 lalu mengalami kecelakaan terjerat kabel fiber opitik milik PT Bali Towerindo Sentra (Bali Tower). Kecelakaan terjadi ketika Sultan dan temannya mengendarai sepeda motor di Jalan Raya Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan.
Atas atensi khusus Kapolri, Jenderal Listiyo Sigit Prabowo, Sultan dirawat di RS Polri Kramajati selama 117 hari dan sejak 12 Desember 2023 lalu Sultan dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang. (Z-5)
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Keputusan mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/440/2/KEP/2026 tertanggal 27 Februari 2026.
ICW meminta KPK mengawasi 1.179 SPPG milik Polri karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan ketimpangan pengelolaan dana hingga Rp2,2 triliun per tahun.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved