Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Miming Saepudin mengatakan, kemungkinan wilayah DKI Jakarta akan memasuki puncak musim hujan pada Februari 2024. Hal ini berdasarkan historis meningkatnya curah hujan di wilayah Ibu kota sejak 3 dekade sebelumnya.
Ia menjelaskan, BMKG membagi wilayah menjadi zona musim atau zom bagi wilayah yang memiliki kecenderungan iklim yang sama. Untuk wilayah Jakarta terbagi tiga zom yakni zom 170 untuk Jakarta bagian utara, zom 171 untuk Jakarta bagian tengah, dan zom 172 untuk wilayah Jakarta bagian selatan.
Dari historis pencatatan curah hujan, saat ini sebagian wilayah DKI sudah memasuki musim hujan terutama zom 171 dan zom 172. Namun, untuk Jakarta bagian utara, hujan relatif masih minim turun.
Baca juga : Pancaroba
"Puncaknya itu ada di sekitar Januari dan Februari. Dari historis banjir besar di Jakarta selalu terjadi di Februari," ungkap Miming dalam diskusi virtual Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebagaimana dilihat Media Indonesia, Kamis (16/11).
Ada beberapa faktor yang membuat curah hujan meningkat seperti adanya fenomena Madden-Jullian Oscillation (MJO) yakni fenomena global yang terjadi di Samudera Hindia bagian barat yang turut memengaruhi cuaca di Indonesia.
Kemudian, ada fenomena mengalirnya udara dingin saat wilayah Asia memasuki musim dingin di Januari dan Februari.
Baca juga : Sebagian DKI Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir Hari Ini
"Saat Asia memasuki musim dingin, akan ada angin yang membawa udara dingin melewati Indonesia khususnya Jakarta. Itu bisa membuat curah hujan meningkat secara ekstrim dan ini terjadinya di Januari dan Februari," kata Miming.
Dari sisi historis pula, Miming menyampaikan, curah hujan yang terjadi ketika puncak musim hujan di Jakarta dapat berlangsung berhari-hari. Hal ini kemudian membuat kondisi tanah jenuh yang kemudian tidak mampu lagi menyerap air.
"Sehingga kondisi hujan ringan sekalipun dapat membuat banjir. Ini yang harus diwaspadai semua pihak," imbuhnya.
Sementara itu, meskipun saat ini curah hujan di Jakarta masih relatif rendah, ia meminta seluruh pihak mewaspadai kondisi curah hujan ekstrim yang sudah terjadi di wilayah hulu atau Bogor dan sekitarnya. Sebab, saat ini Bogor dan sekitarnya sudah mendapat curah hujan relatif setiap hari dengan intensitas lebat hingga ekstrim.
"Sebagaimana diketahui banjir di Jakarta bukan hanya karena hujan lokal dan rob tetapi juga ada kiriman. Ini harus diperhatikan," ungkapnya. (Z-5)
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Pengelola Jakarta Garden City (JGC) mengebut pembenahan infrastruktur dan jalan di tengah kemacetan, cuaca ekstrem, serta sorotan isu lingkungan RDF Rorotan.
Pramono mengingatkan agar permasalahan tata ruang itu tidak diperparah dengan kebiasaan warta membuang sampah sembarangan.
Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.
Adapun di Jakarta Timur, genangan tercatat di 16 RT yang berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
BMKG memprakirakan cuaca Jakarta hari ini, Rabu 11 Februari 2026, akan diguyur hujan ringan pada siang hari secara merata. Simak rincian lengkapnya.
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jakarta hari ini, 10 Februari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan lebat hingga sedang sejak pagi hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved