Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJABAT Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono angkat bicara mengenai kondisi udara Jakarta yang membaik. Ia mengatakan perbaikan kualitas udara di ibu kota bukan hasil dari peran satu pihak saja, melainkan seluruh pihak yang turut membantu jalannya berbagai kebijakan.
"Ya, ini karena kita semua," ujar Heru di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/9).
Meskipun sudah membaik, ia menekankan bahwa program pengendalian pencemaran udara akan terus berjalan. Penyemprotan air dari gedung tinggi menggunakan water mist generator akan terus dilakukan.
Baca juga: KLHK Klaim Kualitas Udara Jakarta Alami Perbaikan
"Jalan terus," imbuhnya.
Ia menilai water mist generator belum banyak berperan dalam perbaikan kualitas udara di Jakarta. Pasalnya, alat tersebut baru digunakan selama sepekan dan jumlahnya masih sangat terbatas. Untuk itu, ia ingin mesin tersebut diperbanyak dan digunakan oleh para pengelola gedung tinggi yang memenuhi kualifikasi.
Baca juga: Dishub Nilai Tilang Uji Emisi Tidak Efektif dan Tambah Titik Kemacetan
Sebagaimana diketahui, perbaikan kualitas udara di ibu kota ditandai dengan kembali membirunya langit sejak kemarin. Selain itu, berdasarkan pantauan Media Indonesia di situs Air Quality Index, Jakarta sempat menempati urutan kedelapan kota dengan polusi udara terburuk di Indonesia dengan skor 152 pada pukul 07.50 WIB. Namun, kualitas udara semakin membaik pada siang hari yakni pukul 11.00 WIB. Saat itu, skor kualitas udara Jakarta berada di status sedang dengan skor 72. (Z-11)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Konsentrasi partikel halus () di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengatakan, tingginya tingkat polusi udara di Jakarta membuat kesehatan masyarakat terganggu. Sekaligus menurunkan kualitas hidup warga.
Kemudian ada teknologi sensor supaya tahu kapan zona merah. Selain itu, ada truk embun sudah dilakukan di kota-kota Tiongkok.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya polusi udara merupakan langkah krusial dalam menekan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
BMKG mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, dalam siklus harian, konsentrasi PM2,5 tertinggi di wilayah DKI Jakarta ialah selepas malam hari hingga menjelang pagi hari.
Kualitas udara di Jakarta, Senin (14/10) pagi masuk urutan ke delapan sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
POLUSI di DKI Jakarta menimbulkan dampak kesehatan dan kerugian yang besar bagi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved