Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK menangani pencemaran kualitas udara di Ibu Kota, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah menyiapkan fasilitas kesehatan (faskes) yang tersebar di berbagai wilayah di Jakarta. Faskes dan dokter ini telah siap menangani penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang salah satu faktor penyebabnya adalah polusi udara.
Plt Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati yang sekaligus juru bicara Satgas Pengendalian Pencemaran Udara mengatakan telah tersedia poli ISPA dan layanan pojok polusi untuk edukasi kepada masyarakat di 44 Puskesmas tingkat Kecamatan, serta 31 RSUD yang siap melayani masyarakat selama 24 jam.
"Kami juga telah menyiapkan tenaga sanitasi lingkungan di fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI untuk melakukan pengukuran kualitas udara di ruang tunggu pelayanan (indoor). Selain itu, edukasi dampak polusi udara terhadap kesehatan juga dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti talkshow, podcast, video edukasi dan infografis di situs resmi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, serta media sosial," ujar Ani di Jakarta, Kamis (7/9).
Baca juga: Ribuan Warga Terserang ISPA Akibat Kabut Asap
Ani melanjutkan, gambaran pasien ISPA di puskesmas pada 2023 serupa dengan tahun 2018-2019, dengan total kasus berada pada kisaran 150.000 sampai 160.000 kasus per bulan. Adapun jumlah kasus ISPA per Agustus 2023 tercatat sebanyak 219.242 dan sejalan dengan peningkatan kasus pneumonia yang di rawat di rumah sakit.
Data laporan yang dihimpun dari seluruh puskesmas dan rumah sakit di DKI melalui sistem informasi surveilans berbasis web memiliki kelengkapan pelaporan mencapai lebih dari 90 persen. Sehingga data yang dilaporkan dapat memberikan gambaran umum kondisi di DKI Jakarta.
Ani mengimbau seluruh masyarakat kelompok rentan dan yang memiliki kondisi kesehatan khusus agar senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Kemudian, bagi masyarakat yang merasakan gangguan pernapasan seperti sesak napas, batuk, pilek, dan gangguan lainnya dapat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca juga: Polusi Udara Jakarta, 41 Ribu Balita Terkena ISPA
Dinkes DKI juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menggiatkan lagi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti tidak merokok, melakukan aktivitas fisik, makan-makanan sehat dan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, cuci tangan dengan sabun, mengelola stres, dan menerapkan re-use, reduce dan recycle (tidak membakar sampah). (Z-6)
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Polusi udara dan asap rokok merupakan dua faktor lingkungan yang kerap diabaikan, padahal keduanya memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Pengendalian serta pencegahan dengue memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi, tidak hanya intervensi terhadap vektor, tetapi juga pada manusianya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) mengaku siap untuk menanggulangi penyakit kejadian luar biasa (KLB) seperti cacat monyet atau monkeypox (mpox).
Sebanyak 2.487 ekor hewan yang masuk ke Jakarta telah diperiksa kesehatannya untuk memastikan seluruhnya aman dikonsumsi saat Idul Adha 1445 Hijriah
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta diprediksi terus meningkat hingga Mei 2024. Saat ini 627 kasus DBD menyerang balita hingga dewasa periode awal Januari hingga 19 Februari 2024.
Pemprov DKI Jakarta secara intensif melakukan berbagai upaya agar bisa dilakukan intervensi sedini mungkin terhadap anak-anak yang terindikasi stunting.
KEPALA Dinas Kesehatan atau Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengimbau masyarakat agar segera menjalani vaksinasi covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved