Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRAL seorang ibu berupaya membuang bayi dan melakukan aksi bunuh diri di rel kereta listrik Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Merujuk unggahan akun Instagram @lambekawanua yang menyebutkan bahwa kejadian itu terjadi pada Minggu (3/9) malam.
"Aksi nekat seorang wanita yang hendak membuang bayinya di rel kereta api digagalkan petugas," tulis unggahan akun tersebut.
Baca juga: Densus 88 Polri Tangkap Perakit Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar
Kapolsek Pasar Minggu Kompol David Pratama Purba mengatakan korban berupaya bunuh diri karena diduga memiliki gangguan mental.
"Informasi dari stasiun kereta itu bukan penemuan bayi tapi itu orang mau percobaan bunuh diri aja. Barang kali stres tapi udah diselamatkan oleh petugas," kata David, (4/9).
Baca juga: 5 Terduga Pelaku Teror Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar Bandung Ditangkap
David pun menegaskan bahwa saat ini korban telah diserahkan ke pihak keluarganya. Korban pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Dia sudah berjanji engga mau ulangi lagi dan sudah dibawa ke rumah sakit," pungkasnya. (Z-10)
KASUS temuan bayi yang diduga dibuang orang tak bertanggung jawab kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Kali ini, bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Cipongkor.
Sesosok bayi laki-laki ditemukan dalam keadaan hidup di depan rumah warga di Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, pada Senin (14/7) malam.
Temuan mencengangkan terjadi di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sesosok jasad bayi ditemukan di tumpukan sampah Putaran Jati Baru
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup oleh seorang anggota Dinas Perhubungan Palu, Gufron, yang kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.
Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sukabumi, Resor Sukabumi Kota, memburu orangtua yang diduga membuang bayi mereka yang baru saja lahir hingga akhirnya meninggal dunia.
Lalu kakek ini meminta tolong keluarga untuk membawa korban ke RS Mulyasari dan dari keterangan dokter korban sudah meninggal saat di lokasi kejadian.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved