Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMPROV DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan DKI Jakarta kembali menggelar Pameran Wastra dengan judul Menjalin Benang, Meniti Sukma: Wastra Tenun Bertuah dalam Siklus Daur Hidup.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Museum Tekstil dan Himpunan Wastraprema yang ke-47, serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kain tenun tradisional Indonesia Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayan DKI Iwan Henry Wardhana mengatakan pameran berlangsung hingga 30 Juli, pada Selasa hingga Minggu pukul 09.00-15.00 WIB di Museum Tekstil, Jakarta Barat.
Tiket masuk museum tersebut seharga Rp5.000 untuk dewasa, 3.000 rupiah untuk mahasiswa, dan Rp2.000 untuk anak-anak. Selain itu, rangkaian kegiatan pameran dilaksanakan dengan beberapa acara, di antaranya seminar hybrid, workshop, dan talkshow untuk pencinta wastra (kain tradisional).
Baca juga: Thrifting Bawa Petaka bagi Industri Tekstil Lokal
"Di zaman modern yang serba praktis saat ini, rangkaian upacara daur hidup sudah jarang dilakukan yang hanya ada di beberapa tempat dan golongan tertentu saja sebagai bagian dari tradisi. Oleh karena itu banyak wastra keperluan daur hidup tidak ditenun lagi dan pengetahuan tentang cara pembuatan serta penggunaannya secara perlahan mulai pudar. Harapannya, keberadaan wastra tersebut dapat diinformasikan kepada masyarakat dan dihadirkan dalam bentuk pameran wastra ini,” ujar Iwan di Jakarta, Jumat (23/6).
Lebih lanjut, Iwan menerangkan, terdapat 85 buah koleksi kain tenun yang dipamerkan dan didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
Baca juga: Kemenperin Dorong Industri Tekstil Agar Tahan Banting
Koleksi kain tenun berasal dari Pulau Sumatera hingga Nusa Tenggara yang merupakan koleksi dari Museum Tekstil, Rumah Wastra Jo Seda, dan para kolektor seperti Sri Sintasari Iskandar, Aswin Wirjadi, Tjok Istri Ratna, Dini Jusuf dan Vilidius Siburian.
Menurut Iwan, keindahan dalam kesederhanaan dan kemewahan yang memancar dari setiap lembar kain ini merupakan kata tanpa suara yang menyeru betapa kaya dan agung budaya wastra Indonesia. (Z-6)
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ASOSIASI Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) menggelar pertemuan dengan jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai guna membahas berbagai persoalan strategis dalam penguatan ekosistem industri tekstil nasional dari sektor hulu hingga hilir.
Pelaku industri kecil menengah (IKM) Kota Bandung siap untuk memperluas pasar ekspor, terutama melalui kemitraan manufaktur dengan pelaku industri kreatif Australia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap identitas mafia penyelundupan tekstil, baja, dan barang lainnya yang siap ditangkap.
Hingga kuartal I 2025, investasi baru di sektor industri tekstil mencapai Rp5,40 triliun, menyerap 1.907 tenaga kerja tambahan, dan menjaga total lapangan kerja pada angka 3,76 juta orang.
ekonom menyebut gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia berpotensi semakin besar, terutama di industri padat karya seperti tekstil dan alas kaki.
Dengan ketersediaan dana tersebut, seharusnya dampak banjir dapat diminimalisasi melalui persiapan yang lebih matang.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan anggaran Rp100 miliar yang digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membongkar tiang-tiang monorel Jakarta milik PT Adhi Karya yang mangkrak di kawasan Kuningan, tepatnya di Jalan Rasuna Said sisi timur.
Pemprov DKI melakukan mitigasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, mulai dari pemantauan intensif BMKG hingga kesiapan infrastruktur pengendali banjir
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved