Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMUA pekerja termasuk mereka yang menjadi anggota dari suatu organisasi kemasyarakatan (ormas) memiliki risiko. Oleh karena itu, menjadi peserta program perlindungan sosial seperti perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan adalah penting bagi anggota ormas.
Baru-baru ini, BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Sudirman berkomitmen memberikan jaminan perlindungan ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
FKDM merupakan wadah bagi elemen masyarakat yang dibentuk dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat.
Baca juga: Penerima KUR dari Bank DKI Dapat Perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Sudirman juga menggelar sosialisasi manfaat menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya sebagian besar dari masyarakat termasuk anggota FKDM belum sepenuhnya mengetahui dan memahami manfaat dari program Jamsostek.
"Program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan sangat penting khususnya bagi FKDM yang merupakan wadah bagi element masyarakat yang dibentuk dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat mereka dalam melayani masyarakat penuh dengan risiko," kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Sudirman, Suhuri, dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (26/5).
"FKDM ini melaksanakan tugas setiap hari, sehingga saat menjalankan aktivitas dalam melayani masyarakat kemungkinan apapun bisa saja terjadi. Yang pasti kita tidak minta hal yang buruk terjadi, tapi seandainya hal tersebut menimpa mereka maka bisa di cover oleh BPJS Ketenagakerjaan,” kata Suhuri.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Beri Perlindungan Sosial untuk Para Atlet
Suhuri menegaskan bahwa manfaat jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan sangat penting. Karena itu, Suhuri juga berharap agar FKDM bisa terlindungi dengan program tersebut.
Dalam acara sosialisasi program Jamsostek, Suhuri menyampaikan dan berharap anggota FKDM di Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan yang berjumlah 64 orang menjadi peserta program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.
“Manfaat bagi FKDM mereka mendapatkan perlindungan Jaminan Hari Tua , Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan kematian hanya dengan iuran per bulanya itu sekitar Rp 99.840.
Baca juga: Sambut Hari Buruh, BPJS Ketenagakerjaan Isi Kegiatan dengan Beri Santunan
Suhuri juga berharap, setelah adanya perlindungan bagi FKDM, selanjutnya program tersebut bisa menyasar ke para pekerja yang ada di lingkungan kelurahan di Setia Budi yang selama ini belum ter-cover jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.
“Makanya dengan sosialisasi ini kita berharap para lurah nanti bisa menginfokan ke masyarakat khususnya pekerja yang ada di lingkungan mereka untuk menjadi peserta jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya. (RO/S-4)
Program ini menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mendukung mitra pengemudi sebagai wirausaha mandiri yang produktif sekaligus terlindungi jaminan sosial.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melakukan penyesuaian jam operasional kantor cabang di seluruh Indonesia sepanjang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kantor Wilayah kementerian Agama Provinsi Riau bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Riau dan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan jaminan sosial bagi para Da’i.
BPJS Ketenagakerjaan melalui anak usahanya, PT Sinergi Investasi Properti (SIP), menjalin kerja sama strategis dengan PT Didaktika Mitra Solusi untuk membangun Labschool di kawasan Joglo.
BPJS Ketenagakerjaan bersama Bareskrim Polri mempertegas langkah pengawasan sekaligus penanganan hukum terhadap pemberi kerja yang tidak patuh menjalankan Program Jamsostek.
Upaya peningkatan kualitas layanan BPJS Ketenagakerjaan menjadi fokus utama dalam sidang terbuka Ilmu Doktor yang disampaikan oleh Abdur Rahman Irsyadi.
Transformasi teknologi dan ketidakstabilan geopolitik global kini menjadi ancaman nyata bagi tatanan dunia kerja.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
Banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Masalah tersebut sudah termasuk dalam pelanggaran normatif ketenagakerjaan
Generasi Z terbukti menjadi kelompok paling rentan di lingkungan kerja, dengan 91% di antaranya kerap menghadapi tantangan kesehatan mental dan 35% mengalami depresi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved