Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah gudang limbah oli bekas di Bencongan, Kabupaten Tangerang, Banten, terbakar pada Rabu malam (17/05).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengungkapkan, dugaan sementara, kebakaran terjadi karena ada tumpahan oli yang terkena api.
"Dugaan sementara, penyebab terjadinya kebakaran karena ada tumpahan oli dari drum di lapak limbah," ujar Ujat di Tangerang, Rabu.
Kebakaran tersebut terjadi pada pukul 18.48 WIB dan baru bisa dipadamkan beberapa jam kemudian.
Ujat mengakui pihaknya mengalami kesulitan dalam melakukan proses pemadaman karena. Akses jalan yang sempit membuat armada pemadam kebakaran sulit untuk mencapai titik api.
Baca juga: Kipas Angin Korslet Sebabkan Kebakaran Kios di Pluit
Dalam mengatasi kebakaran itu, pihaknya menerjunkan sebanyak dua regu dari tim pemadam. Ditambah, bantuan petugas dan armada dari BPBD Kota Tangerang.
Ia menambahkan, untuk mencegah terjadi perluasan api ke rumah warga. Petugas di lapangan melakukan penyisiran dan pendinginan di lokasi kejadian tersebut.
Baca juga: Montir Tewas Terpanggang Api saat Kebakaran Bengkel di Sawangan Depok
"Lapak limbah oli tersebut sangat berdempetan dengan rumah tinggal warga," jelasnya. (Ant/Z-11)
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Cuaca ekstrem tersebut memicu setidaknya 14 kejadian bencana tersebar di 15 kecamatan, mulai dari pohon tumbang, kerusakan rumah warga, hingga gangguan fasilitas umum.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1) dini hari.
Sebanyak 14 unit mobil damkar milik Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) dihibahkan kepada 14 kabupaten/kota di luar Jakarta.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, menyoroti fenomena masyarakat yang belakangan ini lebih memilih melapor ke petugas pemadam kebakaran (Damkar) dibandingkan polisi.
Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Irigasi RT 02/RW 01, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (4/11) pagi.
Empat korban kebakaran Pademangan terdiri atas seorang wanita paruh baya, seorang wanita hamil, serta dua anak kecil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved