Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SAMPAH berserakan di seluruh pasar tradisional di Depok, Jawa Barat. Bau tidak sedap tercium oleh para pedagang dan pengunjung pasar akibat sampah belum diangkut karena banya petugas yang mudik.
Pantauan Media Indonesia di Pasar Tugu, Jalan Raya Bogor, Rabu (26/4), sampah menumpuk di area pasar hingga pinggir Jalan Komjen M Yasin, Kelapa Dua. Sampah bahkan menutup badan jalan hingga pedagang dan pembeli tak bisa lewat. Sampah juga menutup aliran Kali Baru di sebelahnya.
Dua petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Idris dan Saias mengatakan sampah di Pasar Tugu sudah menumpuk sebelum dan setelah Idul Fitri dan setelah Idul Fitri dikarenakan juru angkut sampah pulang ke kampung halamannya masing-masing.
Baca juga:
> Volume Sampah di Padang Meningkat saat Ramadan
> Sampah di Jakarta Turun 70% saat Libur Lebaran
"Ini sampah rumah tangga. Sudah menumpuk sebelum dan setelah Idul Fitri. Mudah-mudahan dalam tiga hari ini bisa diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Cipayung," kata Idris.
Idris menjelaskan pengangkutan sampah juga terkendala di TPA karena sudah tidak memadai lantaran sudah penuh. Tinggi sampah di TPA sudah di atas 36 meter di atas permukaan jalan.
Sementara Saias mengatakan sejak pagi ini pihaknya sudah meninjau seluruh pasar tradisional seperti Pasar Kemiri Muka, Pasar Agung, Pasar Cisalak, Pasar Sukatani, Pasar Sawangan Baru, dan Pasar Musi.
Baca juga:
> Meningkatkan Kesadaran Warga Untuk Memilah Sampah
> KLHK Minta Pemda dan Pemudik Bisa Kendalikan Sampah
Menurut dia, seluruh bak sampah di pasar yang dikunjungi sudah penuh dan tumpah hingga ke jalan. "Akibat sampah berserakan, orang-orang yang melintas jadi terganggu," kata Saias.
Ramlan, seorang warga di Pasar Tugu mengatakan sampah yang menggunung adalah sampah rumah tangga. Warga membuang sampah atas seizin petugas DLHK dan pengelola pasar.
"Karena warga sudah menyetor uang sampah. Sampah ini dijarak satu meter, sudah tercium sampah yang menyengat, sangat tidak sedap, tidak nyaman tercium, " katanya. (Z-6)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk KomProMi (Komposting Projek Mizan).
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved