Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 10 Kelurahan di Jakarta Selatan menjadi wilayah kawasan unggulan di antara 10 kecamatan dalam penataan kawasan selama Triwulan pertama 2023. Penataan kawasan ini dilakukan, sebagai upaya untuk menghadirkan lebih banyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) di DKI Jakarta.
Adapun 10 kelurahan yang menjadi wilayah unggulan antara lain Kelurahan Cipulir untuk Kecamatan Kebayoran Lama, Kelurahan Bintaro untuk Kecamatan Pesanggrahan, Kelurahan Pulo untuk Kecamatan Kebayoran Baru, Kelurahan Bangka untuk Kecamatan Mampang Prapatan, dan Kelurahan Kuningan Timur untuk Setiabudi.
Kemudian Kelurahan Kalibata untuk Kecamatan Pancoran, Kelurahan Kebon Baru untuk Kecamatan Tebet, Kelurahan Cilandak Barat untuk Kecamatan Cilandak, Kelurahan Pasar Minggu untuk Kecamatan Pasar Minggu, dan terakhir Kelurahan Lenteng Agung untuk Kecamatan Jagakarsa.
Baca juga: Anies Targetkan RTH Jakarta Bisa Capai 30,9%
"Penataan ini sesuai arahan Pj Gubernur DKI Jakarta Bapak Heru Budi Hartono, sebagai upaya penghijauan kawasan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, khususnya aset milik pemerintah," ungkap Walikota Jakarta Selatan Munjirin dalam keterangan resmi, Senin (27/3).
Ia menjelaskan, ini merupakan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam memenuhi target ketersediaan RTH sebesar 30% pada 2030. Dalam pelaksanaannya, pengerjaan penataan kawasan dilakukan secara sinergitas dengan melibatkan berbagai instansi terkait seperti Suku Dinas Lingkungan Hidup, Sumber Daya Air, Bina Marga, Pertamanan dan Hutan Kota, serta Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Selatan.
Baca juga: Ruang Terbuka Hijau Turunkan Tingkat Kejahatan di Perkotaan
“Harapannya, melalui penataan kawasan ini lingkungan selalu tertata rapi, hijau, dan asri. Serta kalau sudah ditata, kawasan yang tadinya mungkin kumuh, tidak terurus, kini menjadi enak dipandang,” tambah dia.(Z-10)
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
"Kalau taman kita sudah terawat dengan bagus, pengunjung akan lebih banyak lagi yang ke taman kita ini. Melihat kerapian, keindahan, oksigennya pun bisa kita nikmati,"
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Pengembangan pendidikan di Jakarta mampu melibatkan berbagai sektor. Dengan demikian, nilai-nilai pembelajaran dapat tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa hingga cut-off September 2025, total luasan RTH Jakarta telah mencapai 3.605,93 hektare atau 5,45%.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Pengembangan pendidikan di Jakarta mampu melibatkan berbagai sektor. Dengan demikian, nilai-nilai pembelajaran dapat tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa hingga cut-off September 2025, total luasan RTH Jakarta telah mencapai 3.605,93 hektare atau 5,45%.
Jumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta belum memenuhi kebutuhan warga.
Pemprov DKI akan menambah penyediaan maupun penataan taman-taman kecil di berbagai wilayah, seperti Jakarta Utara, Jakarta Barat, hingga Jakarta Selatan.
Keberadaan RTH bisa mengurangi polusi udara. Di samping itu, pemenuhan RTH di Jakarta juga menjadi kewajiban bagi para pengembang properti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved