Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Selama satu tahun, PAM Jaya telah menjalankan proses transisi dan transformasi untuk memastikan ketersediaan air bersih di DKI Jakarta. Seperti diketahui, sejak Februari 2023, pengelolaan air perpipaan DKI Jakarta sudah tak lagi dikelola swasta alias tak ada lagi swastanisasi dan sudah dikelola sepenuhnya oleh PAM Jaya.
Saat ini, seluruh pelanggan mitra secara otomatis menjadi pelanggan PAM Jaya. Hingga saat ini, kesiapan operasional penuh telah dipastikan oleh PAM Jaya sehingga tidak terjadi gangguan dalam pelayanan kepada warga DKI Jakarta.
“Operasional penuh air perpipaan oleh PAM Jaya ini akan menjadi titik awal untuk mewujudkan ketahanan air regional dan nasional. Tantangan yang dihadapi PAM Jaya saat ini adalah ketersediaan sumber air baku, polusi dan bencana air, penurunan tanah, dan pengolahan limbah yang buruk,” ucap Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasruddin, Kamis, (9/3).
Baca juga: PAM Jaya Sediakan Air Bersih untuk Korban Kebakaran Plumpang
Persoalan itu, lanjut Arief, menjadi faktor yang menyebabkan pelayanan air perpipaan di DKI Jakarta baru mencapai 65,85% atau sebanyak lebih dari 900 ribu sambungan rumah dengan kapasitas produksi 20.082 liter per detik (lpd) hingga saat ini.
“PAM Jaya menargetkan 100% cakupan pelayanan air perpipaan pada 2030. Untuk memenuhi target itu, PAM Jaya menambah kapasitas produksi hingga 10.900 liter per detik, serta perluasan jaringan pipa hingga 4.500 kilometer. Dua hal tersebut, akan menambah jumlah pelanggan sebanyak 1,1 juta,” imbuh Arief.
Baca juga: Operasional Penuh Hari Pertama, PAM JAYA Jamin Pelayanan Lebih Baik
Tahun ini, kata Arief, PAM Jaya akan memulai pekerjaan konstruksi pembangunan SPAM Jatiluhur I dan Karian-Serpong, pembangunan IPA Buaran 3, SPAM Pesanggrahan dan Ciliwung, serta pencarian sumber air curah. Selain itu, PAM Jaya juga melakukanpembangunan dan penempatan penampungan air (reservoir) bagi wilayah yang kesulitan akan akses air.
Arief menambahkan, pada tahun ini, PAM Jaya mulai melakukan sosialisasi penampungan air bagi pelanggan serta sosialisasi konstruksi pembangunan SPAM di DKI Jakarta.
“Kesadaran atas manajemen air warga Jakarta sangat penting untuk pemerataan suplai air. Dengan menampung air pada jam di mana air tidak banyak digunakan, warga akan memiliki stok air untuk pemenuhan kebutuhan mereka,” imbuh Arief.
Selain itu, Arief melanjutkan, PAM Jaya membutuhkan pemahaman warga Jakarta untuk memaklumi bahwa dampak kemacetan lalu lintas yang terjadi atas pembangunan konstruksi adalah upaya mewujudkan akses air perpipaan bagi seluruh warga Jakarta.
“Komitmen kami untuk mewujudkan kedaulatan air bagi warga Jakarta akan lebih mudah dengan model partisipatif. Seluruh warga bisa terlibat dan terikat dalam satu mimpi yang sama untuk masa depan air perpipaan di Jakarta,” tutup Arief.
(Z-9)
Green mindset yang diusung Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, merupakan langkah strategis dan visioner untuk menjamin keberlanjutan layanan air bersih di Jakarta.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan BPBD Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), besok (27/1), BMKG memprediksi akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, Selasa (27/1).
Pramono Anung menyiapkan 200 ekskavator untuk melakukan pengerukan di lima wilayah Jakarta cegah banjir. Sebab, BMKG memprediksi bahwa akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, besok
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, sebanyak 200 ekskavator telah dikerahkan untuk pengerukan. Sebab, Jakarta diprediksi masih akan diguyur hujan lebat.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menepis tudingan pihaknya hanya mengulang skema lama dalam menangani persoalan banjir Jakarta.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memberikan tanggapan resmi terkait kritik Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta yang menilai penanganan banjir Jakarta belum maksimal.
BANJIR Jakarta yang terjadi sejak beberapa hari terakhir masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hari ini, Jumat, (23/1) siang, banjir Jakarta justru dilaporkan meluas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved