Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KORPS Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal meluncurkan buku panduan ujian pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi masyarakat pada bulan depan.
Direktur Regident (Dirregident) Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus menyatakan, buku panduan tersebut akan berisi kurang lebih 1.200 soal. Rencananya, buku tersebut akan diedarkan di terminal bus, stasiun kereta, bandara, sampai sekolah-sekolah.
"Ini sedang kami rancang untuk buku, mudah-mudahan bulan depan jadi dan kami akan langsung bagikan," kata Yusri Kamis (26/1).
Adapun tujuan dari diluncurkannya buku panduan tersebut selain memberikan materi ujian pembuatan SIM, juga memberikan pemahaman terkait keselamatan berkendara dan rambu lalu lintas.
Lebih lanjut, Yusri juga menyebutkan bahwa pada tempat ujian SIM digelar, akan dilengkapi dengan TV digital yang memutar konten-konten pembekalan ujian SIM.
"Di tempat Satpas saya buatkan yang prototype ini ruang pencerahan, sebelum ujian, tunggu di situ TV-nya lengkap semua, apa yang akan diujikan nanti. Buku ada di situ, supaya apa? Supaya enggak kaget," papar Yusri.
"Saya harapkan dengan tahu soalnya, berarti pengetahuan tentang keselamatan berlalu lintas itu semua sudah tertanam dalam mindsetnya karena calon-calon pengambil SIM," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Koprs Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana akan meluncurkan buku panduan bagi masyarakat mengikuti ujian Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri untuk merilis buku panduan ujian SIM tersebut.
"Kita upayakan dengan pendidikan masyarakat. Semoga satu bulan tak terlalu lama saya sudah sampaikan ke Dir Regident bahwa kita launching buku tentang soal SIM jadi masyarakat bisa belajar dahulu sebelum ujian," kata Firman di Gedung NTMC, Jakarta, Selasa (3/1).
Firman mengatakan semoga dengan adanya buku panduan tersebut masyarakat mampu memahami soal-soal dalam ujian SIM. "Nanti pas ujian tidak lulus juga ya kebangetan," ujar Firman.
Firman juga berharap masyarakat mampu memahami peraturan lalu lintas. Oleh karena itu, ke depan tidak terdapat lagi masyarakat yang melanggar perturan lalu lintas.
"Jadi masyarakat yang ada dijalan harusnya sudah ketahui aturan lalin. Jadi tidak ada yang saya tidak tahu pak, tidak ada. Kalau masih ada masyarakat yang tidak tahu, berarti orang tua-nya izinkan anaknya nah orang tuanya yang tanggung jawab kita tidak mau saling lempar antara polisi dan petugas," papar Firman.
Lebih lanjut, Firman bahwa pihaknya saat ini berusaha memperbaiki pelayanan SIM dan administrasinya agar lebih mudah.
"Doakan saja semoga Dirregident bisa segera selesaikan ini kita lapor Kapolri agar segera dilaunching bahwa masyarakat bisa nelajar sebelum ujian itu, satu. Kedua tentang kepatuhan efektivitas penegakan hukum harus tiga-tiganya seimbang, masyarakat, aturan dan petugas kepolisiannya. Jadi kita upayakan bersama, kami tidak akan diam," pungkasnya. (OL-12)
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved